Lombok Barat, NTB, Mediajurnalindonesia.id – Pondok Pesantren Al-Mujahiddin Tempos resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kesetaraan pendidikan dengan Al-Azhar Asy’arif. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, sejak Sabtu hingga mencapai puncaknya pada Ahad, 26 April 2026.
Acara tersebut dihadiri ribuan jamaah yang turut memeriahkan kegiatan dengan berbagai penampilan dari para satriwan Satriwati mulai kesenian islami hingga penampilan unjuk bakat. Antusiasme Jamaah menjadi bukti kuatnya dukungan terhadap kerja sama pendidikan bertaraf internasional ini.
Kerja sama ini memberikan sejumlah kemudahan bagi alumni Ponpes Al-Mujahiddin Tempos, khususnya dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Al-Azhar. Salah satu poin utama dalam kesepakatan tersebut adalah akses langsung bagi alumni untuk melanjutkan studi, baik ke perguruan tinggi maupun ma’had, tanpa melalui proses seleksi tes.
Dalam sambutannya. Perwakilan Al-Azhar Asy’arif, Prof. Dr. Ahmad Abdul Azhim, M.A, menjelaskan bahwa kerja sama ini juga membuka peluang bagi pondok pesantren lain untuk bergabung melalui fasilitasi lembaga Markas Logoh Abnaul Azhar.
“Alumni Pondok Pesantren Al-Mujahiddin Tempos memiliki keistimewaan karena dapat langsung diterima melanjutkan studi. Hal ini dikarenakan ijazah mereka ditandatangani langsung oleh Grand Syekh Al-Azhar, Syekh Ahmad Thayyib,” ungkapnya.
Selain penandatanganan MoU, rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai agenda keagamaan yang berlangsung di lingkungan pesantren. Dalam kesempatan tersebut, turut dilaksanakan tradisi sunnatan hasanah berupa pemberian penghargaan (reward) kepada santri dan guru sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi mereka walaupun pada hari sebelumnya (Sabtu) pelaksanaan sepeda santai untuk semua santri bersama masyarakat sekitar.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Pembina Ponpes Al-Mujahiddin, TGH. A. Marzaini, S.Pd., MM, didampingi putranya TGH. M. Syarfi Iqbal, Lc., MH dan Dr. TGH. M. Zainuddin Abdul Hafiz, Lc., M.Pd. Kehadiran pejabat dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, serta tokoh agama dan masyarakat, turut menambah khidmat acara.
Sebelum acara mou tersebut ditutup dengan do’a ,pihak ponpes mengumumkan adanya donatur dan wakaf yang diberikan oleh DR.Ir.H. Mustajab Hakim MM berupa tanah seluas 10.000 meter persegi (1 Hektar) yang diniatkan untuk perluasan pondok pesantren Al Mujahidin.
Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat jaringan pendidikan pesantren serta membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan di lembaga internasional, khususnya Al-Azhar. (Ramli Mji)

Tinggalkan Balasan