Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Limbah sabut kelapa yang selama ini kerap dibakar atau dibuang begitu saja di Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, kini mulai dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui kolaborasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (Unram), Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, dan Universitas 45 Mataram, masyarakat mendapatkan pelatihan pembuatan spons cuci piring ramah lingkungan berbahan sabut kelapa serta sabun cair rumah tangga, Jumat (7/8/2026).

Pelatihan yang digelar di Kantor Desa Bentek tersebut bertujuan mendorong pemanfaatan potensi lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Selain memberikan keterampilan praktis, kegiatan ini juga diharapkan mampu mengurangi limbah organik dan meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa yang melimpah di wilayah tersebut.

Kegiatan itu mendapat dukungan dari berbagai pihak. Hadir dalam acara tersebut Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny. Heny Agus Purwanta, Kapolsek Gangga AKP Andi Kusnadi, serta Kepala Desa Bentek Warna Wijaya, S.Ap.

Kepala Desa Bentek Warna Wijaya mengapresiasi inisiatif para mahasiswa KKN yang dinilai mampu menghadirkan solusi atas pemanfaatan limbah sabut kelapa yang selama ini belum tergarap secara optimal.

Menurutnya, Desa Bentek memiliki potensi kelapa yang cukup besar, tetapi limbah serabutnya masih sering dianggap tidak bernilai dan berakhir dibakar atau dibuang. Padahal, dengan sentuhan kreativitas dan inovasi, sabut kelapa dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual, salah satunya spons cuci piring ramah lingkungan.

“Selama ini serabut kelapa sering dianggap limbah biasa yang dibuang atau dibakar. Padahal, dengan sedikit kreativitas, sabut kelapa memiliki nilai ekonomis tinggi dan dapat menjadi produk yang bermanfaat,” ujarnya.

Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi pemicu bagi kelompok perempuan, pemuda, maupun pelaku usaha di desa untuk mengembangkan usaha rumahan yang mampu menambah pendapatan keluarga.

Sementara itu, Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta menegaskan komitmen kepolisian dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang memanfaatkan potensi lokal.

Menurut Agus, pelatihan tersebut tidak hanya mengajarkan keterampilan membuat produk rumah tangga, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat keluarga.

“Ini bukan sekadar belajar membuat produk rumah tangga, melainkan langkah nyata membangun kemandirian ekonomi dari tingkat keluarga. Kami dari Polres Lombok Utara akan terus mendukung program pemberdayaan seperti ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny. Heny Agus Purwanta menambahkan, spons berbahan dasar sabut kelapa memiliki keunggulan karena lebih ramah lingkungan dan aman digunakan untuk membersihkan peralatan memasak. Menurutnya, apabila dipadukan dengan produksi sabun cair rumah tangga, kedua produk tersebut memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) desa.

Selama pelatihan berlangsung, warga bersama anggota Tim Penggerak PKK Desa Bentek tampak antusias mengikuti setiap tahapan pengolahan serat kelapa menjadi spons cuci piring siap pakai. Mereka juga mempraktikkan pembuatan sabun cair sebagai pelengkap produk yang dapat dipasarkan secara mandiri.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kepolisian tersebut diharapkan menjadi contoh sinergi dalam mengembangkan potensi lokal berbasis ekonomi kreatif. Melalui pemanfaatan limbah sabut kelapa, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memiliki peluang menciptakan usaha yang bernilai ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap pengurangan limbah dan pelestarian lingkungan.(D)