Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id – Warga Dusun Bilatepung, Desa Beleka, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat sempat dihebohkan dengan munculnya fenomena tidak biasa di rumah salah satu warga, Bapak Iswadi, pada Jumat (28/3/2026).

Peristiwa tersebut bermula saat pemilik rumah merasakan panas yang cukup kuat pada bagian ubin lantai rumahnya. Rasa panas yang tidak wajar itu kemudian mendorongnya untuk mencari sumber penyebab dengan melakukan penggalian.

Setelah digali hingga kedalaman sekitar satu meter, dari dalam tanah muncul asap. Bahkan, air yang berada di dalam lubang galian terlihat mendidih, sehingga menimbulkan kekhawatiran sekaligus rasa penasaran warga sekitar.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kepala Desa Beleka, Islahudin, S.IP, langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi tetap aman. Pemerintah desa juga segera berkoordinasi dan melaporkan kejadian ini kepada pihak terkait.

Tak lama berselang, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat bersama jajaran Polsek Gerung turut melakukan pengecekan dan kajian di lokasi guna mengetahui penyebab pasti fenomena tersebut.

Kejadian ini sempat menarik perhatian masyarakat sekitar yang berbondong-bondong datang untuk menyaksikan secara langsung fenomena yang tergolong jarang terjadi itu.

Namun demikian, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak ESDM serta proses penelusuran di lapangan, penyebab kejadian akhirnya berhasil diidentifikasi. Kepala Desa Beleka, Islahudin, melalui keterangan via WhatsApp pada Sabtu (29/3/2026), menjelaskan bahwa awalnya penggalian dilakukan untuk membuat rongga udara dengan asumsi adanya septic tank yang tersumbat.

“Namun saat dilakukan penggalian, ditemukan arde listrik (grounding) yang telah tertanam sejak lama saat pembangunan awal oleh developer, dan tidak diketahui oleh pemilik rumah saat ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah arde listrik tersebut diangkat, sumber panas dan asap langsung berhenti. “Alhamdulillah, saat ini kondisi sudah kembali normal,” ujarnya.

Menurutnya, panas pada lantai rumah tersebut sudah mulai dirasakan sejak Kamis malam (27/3/2026). Keesokan harinya, pemerintah desa bersama warga berinisiatif melakukan penggalian untuk memastikan penyebabnya.

Menutup keterangannya, Kepala Desa Beleka mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan aspek keamanan instalasi listrik di rumah masing-masing.

“Instalasi listrik yang tidak sesuai standar dapat menimbulkan risiko serius. Kami mengingatkan masyarakat agar memastikan pemasangan listrik dilakukan dengan benar untuk menghindari hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan,” pungkasnya. (Ramli Mji)