
Jakarta, Mediajurnalindonesia.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Lombok Utara turut ambil bagian dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Bahari bertajuk “Penguatan Kepemimpinan Nelayan Tradisional dalam Perlindungan Hak Tenurial Laut dan Pesisir yang Berkeadilan” yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNTI.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu hingga Kamis, 10–14 Mei 2026, di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur.
Akademi Kepemimpinan Bahari diikuti oleh 51 ketua DPD dan DPW KNTI dari seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan nelayan tradisional dalam menghadapi berbagai konflik pesisir dan memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada nelayan.
Ketua DPD KNTI Lombok Utara, Najamudin, mengatakan kehadirannya dalam kegiatan tersebut bertujuan untuk menyamakan visi dan misi seluruh pimpinan KNTI di Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, seluruh ketua DPD KNTI dapat memiliki kesamaan arah perjuangan organisasi sehingga ke depan KNTI secara kelembagaan memiliki kemampuan manajerial yang kuat sekaligus memiliki nilai tawar di hadapan pemerintah,” ujar Najamudin.

Ia menambahkan, Akademi Kepemimpinan Bahari juga menjadi sarana penguatan kapasitas kepemimpinan bagi para ketua DPD dalam mengemban amanah organisasi dan memperjuangkan hak-hak nelayan tradisional di daerah masing-masing, khususnya di Lombok Utara.
Menurutnya, penguatan kepemimpinan menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya tantangan yang dihadapi nelayan tradisional, mulai dari konflik wilayah tangkap hingga perlindungan hak tenurial laut dan pesisir.
Kegiatan Akademi Kepemimpinan Bahari ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun KNTI ke-17.
Selain memperkuat internalisasi nilai-nilai organisasi, kegiatan tersebut dirancang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan soliditas kepemimpinan nelayan tradisional di seluruh Indonesia.(Red)

Tinggalkan Balasan