Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok Utara menggelar rapat koordinasi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat koordinasi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini berjalan di daerah tersebut.
Koordinator Wilayah SPPG Lombok Utara, Adi Pratama, mengatakan pertemuan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi antar pengelola program, tetapi juga sebagai forum evaluasi bersama. Menurut dia, program MBG bukan sekadar kegiatan rutin pembagian makanan kepada siswa.
“Program ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan hak penerima manfaat, khususnya para siswa, benar-benar terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, agenda rapat koordinasi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama itu juga bertujuan mempererat hubungan antarpihak yang terlibat dalam pelaksanaan program.
“Ini menjadi momentum mempererat persaudaraan sekaligus mengevaluasi kegiatan kita pada program makan bergizi gratis,” kata Adi.
Dalam kesempatan tersebut, Adi juga menyampaikan bahwa distribusi MBG dalam waktu dekat akan memasuki masa jeda seiring dengan libur sekolah. Penyaluran makanan terakhir dijadwalkan berlangsung pada 16 Maret 2026 dan akan kembali dilanjutkan pada 31 Maret 2026.
Menurut dia, masa transisi libur sekolah tersebut akan dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, terutama pada aspek dapur penyedia makanan.
“Dalam masa libur ini kita fokus mengevaluasi dapur, fasilitas, kebersihan, dan hal lain agar pelaksanaan ke depan bisa lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Utara, H. Muhamad Najib, M.Pd, mengungkapkan bahwa capaian program MBG di Lombok Utara saat ini telah menjangkau sekitar 75 persen siswa.
Ia menilai capaian tersebut cukup signifikan mengingat program tersebut menuntut standar gizi dan higienitas yang ketat sebelum makanan didistribusikan kepada para siswa.
“Saya bangga bisa berada di tengah orang-orang tangguh yang bekerja keras memastikan makanan sampai ke siswa dalam kondisi higienis dan memenuhi standar gizi,” katanya.
Najib berharap dalam waktu dekat seluruh siswa di Lombok Utara dapat menjadi penerima manfaat program MBG sesuai target nasional. Meski secara umum pelaksanaannya berjalan baik, ia mengakui masih terdapat beberapa catatan yang perlu diperbaiki.
Ia menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan pangan agar tidak muncul kasus seperti keracunan makanan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.
“Secara umum manfaatnya sudah dirasakan para siswa. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi kasus-kasus yang bisa mencoreng program ini,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Lombok Utara, Darmasutra, menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis pemerintah yang berperan penting dalam meningkatkan status gizi anak sekaligus menekan angka stunting.
Karena itu, pengelola dapur dan penjamah makanan diminta disiplin menjalankan seluruh standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Dinas Kesehatan juga menekankan slogan utama dalam pelaksanaan program tersebut, yakni “MBG Aman dan Berkualitas”.
“Tidak hanya enak, yang paling penting makanan itu aman dan berkualitas. Semua harus mengikuti SOP yang ada, dan kepala dapur harus melakukan quality control,” kata Darmasutra.
Melalui evaluasi berkala dan penguatan koordinasi lintas sektor, pemerintah daerah berharap program MBG di Lombok Utara dapat berjalan lebih optimal serta menjangkau seluruh siswa sebagai penerima manfaat.(AB)

Tinggalkan Balasan