Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Dusun Baru Murmas di Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, dipastikan akan mendapatkan perbaikan jalan pada tahun 2025. Kepastian itu disampaikan langsung Ketua DPC Gerindra Lombok Utara, Sudirsah Sujanto, saat turun menyapa warga pada Jumat (21/11/2025).
Dalam pertemuan dengan warga, Sudirsah yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB meminta masyarakat Dusun Baru Murmas untuk tetap bersabar dan tidak terpancing membuat unggahan yang negatif di media sosial terkait kondisi jalan di wilayah mereka.
“Biarkan pemerintah fokus bekerja dan jangan sampai postingan kita justru mengganggu kinerja pemerintah dalam memikirkan masyarakat,” tegas Sudirsah di hadapan warga.
Ia menegaskan, aspirasi warga Dusun Baru Murmas sudah ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Pemerintah Daerah Lombok Utara dan instansi teknis terkait. Menurut dia, proses perencanaan hingga penganggaran membutuhkan waktu, apalagi medan jalan cukup berat.
Sementara itu, Penata Kelola Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas PUPR Lombok Utara, Wira Adinata, menjelaskan bahwa rencana pembangunan jalan Dusun Baru Murmas sebenarnya terbilang cepat jika dibandingkan dengan daerah lain.
“Hanya enam bulan yang lalu kita bicarakan dan sekarang sudah bisa terealisasi dalam perencanaan. Biasanya butuh sampai delapan tahun baru bisa terealisasi,” ujar Wira.
Ia menerangkan, pada tahun anggaran 2025 melalui anggaran perubahan, pembangunan jalan Dusun Baru Murmas telah dialokasikan sekitar Rp 2 miliar. Namun, melihat kondisi di lapangan dan keterbatasan waktu, tahun ini pekerjaan difokuskan pada pelebaran badan jalan terlebih dahulu.
Menurut Wira, jika pemadatan dan pengaspalan dipaksakan dilakukan bersamaan pada akhir tahun, dikhawatirkan hasil pekerjaan tidak optimal. Selain waktu efektif yang hanya tersisa sekitar tiga minggu hingga 25 Desember 2025, faktor cuaca yang kerap hujan dan medan yang ekstrem juga menjadi pertimbangan utama.
“Dengan medan seperti ini dan waktu yang hanya sekitar satu bulan, kalau ditender juga hampir dipastikan tidak ada yang berani mengerjakan,” katanya.
Pihaknya, lanjut Wira, sudah berkoordinasi dengan beberapa rekanan, namun tidak ada yang siap mengambil risiko pengerjaan dengan waktu yang sangat terbatas. Alih-alih memaksakan tender yang berpotensi gagal dan malah menjadi sisa lebih perhitungan anggaran (silpa), pihaknya memilih memecah skema pekerjaan.
“Untuk bulan ini kita kerjakan dalam bentuk penunjukan langsung (PL) dengan anggaran Rp 350 juta, karena dengan anggaran itu masih logis dikerjakan dengan waktu efektif hanya tiga minggu sampai dengan 25 Desember 2025,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah optimis pada tahun 2026 akan kembali mendapat alokasi anggaran sekitar Rp 1,8 miliar untuk melanjutkan pekerjaan jalan dusun tersebut, termasuk pemantapan struktur dan pengaspalan.
“Kalau dihitung justru totalnya lebih besar. Ditambah dengan anggaran sekarang Rp 350 juta, totalnya lebih dari Rp 2 miliar,” kata Wira.
Dengan skema bertahap ini, pemerintah daerah berharap akses warga Dusun Baru Murmas ke pusat desa dan kecamatan akan semakin baik dalam beberapa tahun ke depan. (Doel)

Tinggalkan Balasan