Jakarta, Mediajurnalindonesia.id – Menjelang pelaksanaan Kongres XIII Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI), muncul sosok muda yang membawa semangat baru bagi organisasi. Ananda Budi Stiawan (ABS), putra kelahiran Nonen, 11 November 2000, yang berasal dari Dusun Bangket Lauk, Mareje, Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, menyatakan kesiapannya maju sebagai Calon Ketua Umum Pengurus Pusat HIKMAHBUDHI dengan mengusung visi besar persatuan.
Lahir dan tumbuh di pelosok desa, ABS percaya bahwa cahaya perubahan tidak selalu datang dari pusat-pusat kekuasaan. Justru dari daerah yang jauh dari sorotan, lahir semangat pengabdian, kerja keras, dan ketulusan yang menjadi fondasi kepemimpinan. Baginya, HIKMAHBUDHI adalah rumah bersama yang harus mampu merangkul seluruh kader tanpa membedakan asal daerah, latar belakang, maupun pandangan.
Sebelum maju sebagai calon Ketua Umum, ABS telah mengabdikan diri sebagai Sekretaris Jenderal HIKMAHBUDHI Jakarta Utara. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk memahami dinamika organisasi, pentingnya kaderisasi, tata kelola yang baik, serta perlunya membangun komunikasi yang mampu menyatukan seluruh elemen organisasi.
Mengusung tema “Persatuan”, ABS meyakini bahwa HIKMAHBUDHI akan semakin kuat apabila seluruh kader mampu meninggalkan sekat-sekat kepentingan dan mengedepankan kepentingan organisasi. Menurutnya, perbedaan bukanlah alasan untuk berpecah, melainkan kekuatan yang harus disatukan demi mewujudkan organisasi yang lebih maju, adaptif, dan berdaya saing.
“Bagi saya, persatuan bukan sekadar slogan kongres, tetapi komitmen untuk membangun budaya organisasi yang saling menghargai, saling menguatkan, dan bersama-sama bertanggung jawab terhadap masa depan HIKMAHBUDHI,” ujar ABS.
Semangat persatuan yang diusung ABS juga berangkat dari keyakinan bahwa setiap kader memiliki kesempatan yang sama untuk mengabdi. Perjalanan dari Dusun Bangket Lauk hingga dipercaya memegang amanah sebagai Sekretaris Jenderal HIKMAHBUDHI Jakarta Utara menjadi bukti bahwa dedikasi dan integritas lebih penting daripada asal-usul seseorang.
Melalui pencalonannya, ABS mengajak seluruh kader menjadikan Kongres XIII sebagai momentum mempererat persaudaraan organisasi. Ia berharap proses demokrasi berjalan dengan penuh kedewasaan, menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan, dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh potensi kader HIKMAHBUDHI.
“Cahaya yang paling terang adalah cahaya yang mampu menerangi semua orang, bukan hanya satu kelompok. Begitu pula kepemimpinan; ia harus mempersatukan, bukan memisahkan. Dari pelosok desa, saya percaya semangat persatuan dapat menjadi cahaya yang menerangi masa depan HIKMAHBUDHI.”
Dengan semangat persatuan sebagai landasan perjuangan, Ananda Budi Stiawan (ABS) berharap dapat membawa HIKMAHBUDHI menjadi organisasi yang semakin solid, inklusif, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai persaudaraan, pengabdian, dan Dharma.(Ramli)

Tinggalkan Balasan