Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) KLU, Raden Sawinggih.

Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Festival Sate Tanjung 2026 yang digelar pada 2 Juli 2026 di Alun alun Lombok Utara berjalan dengan cukup baik.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara, Raden Sawinggih.

“Secara umum kegiatan berjalan lancar. Tentu masih ada beberapa hal yang harus kita evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ujar Raden Sawinggih, Kamis (2/7/2026).

Populerkan Sate Tanjung yang Melegenda

Raden menjelaskan, festival ini diinisiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara melalui Bidang Kebudayaan sebagai upaya mempopulerkan Sate Tanjung.

“Dengan garis pantai Lombok Utara sepanjang 107 km dan potensi laut yang melimpah, Sate Tanjung adalah salah satu ikon kuliner yang harus kita jaga dan naikkan kelasnya,” jelasnya.

Menjawab Protes di Media Sosial

Menanggapi sejumlah komentar netizen di media sosial terkait pemenang dan pembagian voucher, Raden memberikan klarifikasi.

“Dalam setiap kompetisi pasti ada yang menang dan kalah. Yang penting prosesnya adil dan transparan,” tegasnya.

Ia merinci beberapa teknis pelaksanaan sudah disepakati bersama dalam technical meeting yang dihadiri seluruh ketua kelompok.

1. Aturan Lomba: Setiap kelompok wajib menyiapkan 100 tusuk sate. 10 tusuk untuk penilaian juri, dan 90 tusuk untuk dibagikan ke masyarakat.

2. Voucher Gratis: Karena pembagian langsung ke masyarakat perlu diatur agar tertib, maka panitia memfasilitasi dengan voucher. 1 voucher dapat ditukar dengan 3 tusuk sate.

3. Peserta Catering: Terkait keikutsertaan pengusaha catering, Raden menegaskan hal itu sudah disampaikan sejak awal di technical meeting. “Catering ini juga penjual Sate Tanjung dalam menu catering mereka, Festival ini terbuka untuk umum dan seluruh pedagang Sate Tanjung,” ujarnya.

Raden juga meluruskan bahwa tidak ada protes dari para peserta lomba. “Semua peserta hadir di technical meeting dan menandatangani formulir persetujuan sebagai peserta. Jadi aturan mainnya sudah jelas sejak awal,” tutupnya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berharap Festival Sate Tanjung bisa menjadi agenda tahunan untuk menggerakkan ekonomi kreatif dan melestarikan kuliner khas daerah.(D)