Lombok Utara, Mediajuralindonesia.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (UNRAM) menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak nyata dalam mendukung Program Zero Waste melalui pembangunan rocket stove di Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Rocket stove merupakan alat pembakaran sampah dengan teknologi vertical draft yang dirancang untuk menghasilkan pembakaran lebih cepat, lebih bersih, serta minim asap.

Ketua Kelompok KKN Desa Tanjung, Zulfahmi, menjelaskan bahwa inovasi ini diharapkan menjadi solusi atas persoalan pengelolaan sampah yang selama ini masih dilakukan dengan cara menumpuk sampah di pekarangan rumah, membuangnya ke aliran sungai, lahan kosong, hingga pembakaran terbuka yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat.

“Program pembangunan rocket stove ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya volume sampah rumah tangga, baik organik maupun anorganik,” kata Zulfahmi, Senin (26/1/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang ada, Kabupaten Lombok Utara tercatat menghasilkan sampah harian sebesar 108,79 ton, dengan Desa Tanjung sebagai salah satu penyumbang. Kondisi tersebut diperparah dengan tidak aktifnya sejumlah fasilitas pengelolaan sampah, seperti bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

“Kepala Desa, Sekretaris Desa, serta staf desa yang kami temui saat survei awal KKN menyampaikan bahwa persoalan sampah ini semakin mengkhawatirkan karena banyak unit pengelolaan sampah yang sudah tidak berfungsi,” ujarnya.

Menurutnya, melalui pendekatan Program Zero Waste, mahasiswa KKN UNRAM berupaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab, khususnya dalam mengurangi dampak pencemaran udara akibat pembakaran terbuka. Rocket stove dipilih karena menggunakan bahan sederhana, mudah dibuat, berbiaya relatif murah, serta dapat diaplikasikan langsung oleh masyarakat sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.

“Pelaksanaan program ini melibatkan mahasiswa KKN sebagai penggagas dan pendamping kegiatan, Pemerintah Desa Tanjung sebagai mitra pendukung, serta masyarakat sebagai pengguna utama,” ungkapnya.

Zul menuturkan, pembangunan rocket stove dimulai pada Jumat, 23 Januari 2026, dan rampung pada malam hari dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan, seperti bata ringan (hebel) sebagai bahan utama, perekat khusus sebagai penyatu hebel, tulangan besi sebagai penyangga sampah di dalam tungku, serta semen untuk memperkuat pondasi agar lebih stabil.

“Setelah pembangunan selesai, uji coba fungsi rocket stove dilakukan pada Senin, 26 Januari 2026 (hari ini/Red), guna memastikan alat tersebut bekerja sesuai perencanaan,” tutur Zul.

Ia menambahkan, peresmian rocket stove dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, yang dihadiri oleh Kepala Desa Tanjung, Dewan Keamanan Masjid, serta 17 kepala dusun yang ada di wilayah desa tersebut.

Lebih lanjut, Zul menceritakan, sebelum pembangunan, pada 12 Januari 2026, mahasiswa KKN UNRAM telah melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah, jenis sampah yang diperbolehkan untuk dibakar menggunakan rocket stove, tata cara penggunaan alat yang aman, serta upaya pengurangan sampah sejak dari sumbernya.

“Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong bersama tukang dan warga setempat juga menjadi sarana edukasi langsung bagi masyarakat terkait pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan,” terangnya.

“Dalam penerapannya, sampah yang dibakar dibatasi pada jenis tertentu agar tetap sejalan dengan prinsip Zero Waste yang menekankan pengurangan sampah sejak dari sumber, bukan sekadar pemusnahan,” imbuhnya.

Pembangunan rocket stove ini menelan biaya sebesar Rp1.746.000, dengan rincian pembelian hebel sebanyak satu kubik senilai Rp1.200.000, upah tukang Rp350.000, perekat Rp145.000, serta besi penyangga sebesar Rp51.000.

Dengan hadirnya rocket stove, masyarakat Desa Tanjung diharapkan dapat mengurangi praktik pembakaran sampah terbuka yang selama ini menghasilkan asap berlebih. Program ini tidak hanya menjadi solusi teknis pengelolaan sampah, tetapi juga sarana peningkatan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan demi terwujudnya Desa Tanjung yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui Program Zero Waste.(AB)