Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id– Menjelang libur Tahun Baru 2026, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Lembar terpantau berjalan kondusif meskipun terjadi peningkatan signifikan arus penumpang dan kendaraan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar mencatat adanya tren kenaikan dibandingkan periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024–2025.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar, Handoyo Priyanto saat dikonfermasi wartawan media ini menyampaikan bahwa berdasarkan data dari tanggal 15 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 menunjukkan, jumlah penumpang mengalami peningkatan sebesar 14,93 persen, sementara total kendaraan meningkat hingga 25,31 persen. Peningkatan tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan layanan penyeberangan Pelabuhan Lembar pada momentum akhir tahun.

“Lonjakan ini sudah kami antisipasi sejak awal dengan berbagai langkah strategis agar pelayanan tetap optimal dan tidak terjadi penumpukan di pelabuhan,” ujar Handoyo.

Untuk mengantisipasi potensi kepadatan, manajemen ASDP Lembar menyiapkan sejumlah skema pengaturan operasional. Di antaranya penambahan loket check point bagi penumpang pejalan kaki dan kendaraan roda dua, percepatan waktu sandar serta bongkar muat kapal (port time), serta koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terkait penyediaan buffer zone di Terminal Segenter sebagai area penyangga apabila terjadi kepadatan.

“Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus penyeberangan, menghindari antrean di dermaga, serta memastikan pelayanan tetap tertib dan aman,” jelasnya.

Dari sisi operasional, ASDP Lembar juga menerapkan pola operasi khusus yang bersifat fleksibel sesuai tingkat kepadatan. Tiga skenario telah disiapkan, yakni:

Kondisi Normal: 14 kapal beroperasi dengan port time 2 jam

Kondisi Padat: 16 kapal beroperasi dengan port time 1,5 jam

Kondisi Sangat Padat: 18 kapal beroperasi dengan port time 1 jam

Skema tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas angkut sekaligus mempercepat rotasi kapal agar tidak terjadi antrean panjang penumpang maupun kendaraan.

Dari aspek keselamatan dan kenyamanan, ASDP Lembar juga melakukan berbagai upaya antisipatif, khususnya pada jam-jam padat dan saat cuaca kurang bersahabat. Salah satunya dengan menyiapkan tenda di area parkir siap muat khusus kendaraan roda dua guna melindungi pengguna jasa dari hujan dan panas. Selain itu, petugas operasional disiagakan penuh untuk memastikan alur penumpang berjalan tertib dan aman.

Dalam rangka memastikan kelancaran Angkutan Nataru, ASDP Lembar turut memperkuat koordinasi lintas sektor bersama KSOP, Kepolisian, TNI, serta instansi terkait lainnya. Sinergi tersebut diwujudkan melalui pembentukan posko bersama di Pelabuhan Lembar sebagai pusat koordinasi, pengawasan, dan pengendalian operasional selama periode libur akhir tahun.

ASDP Lembar juga mengimbau masyarakat pengguna jasa penyeberangan agar selalu mematuhi arahan petugas, menggunakan jalur yang telah disediakan, serta menaati rambu dan prosedur keselamatan di area pelabuhan. Pengguna jasa diharapkan melakukan pemesanan tiket secara daring melalui trip.ferizy.com serta menyiapkan data diri untuk memperlancar proses boarding.

Sebagai penutup, ASDP Lembar mengajak seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat yang akan melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Lembar pada momentum Tahun Baru 2026 agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, menjaga kesehatan, dan selalu berhati-hati dalam berkendara.

“Dengan kerja sama antara pengguna jasa dan seluruh pemangku kepentingan, kami berharap perjalanan akhir tahun dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan nyaman,” pungkas Handoyo. (Ramli Mji)