Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., membuka secara resmi High Level Meeting pengendalian inflasi melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Senin (24/11/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Puri Sharon, Senggigi.

Hadir dalam kegiatan itu Perwakilan Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB Iknatius Adi Nugroho, Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi NTB Dr. Najamuddin Amy, perwakilan Kanwil Perum Bulog Provinsi NTB Rizal P. Sukma Adijaya, para asisten Setda KLU, sejumlah kepala perangkat daerah, para kepala desa se-KLU, serta undangan lainnya.

Dalam arahannya, Bupati Najmul menegaskan bahwa negara memiliki dua tugas utama yang saling berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

“Tugas negara itu ada dua, yakni menjaga masyarakat dari kelaparan dan menjaga keamanan. Jika kedua tugas ini benar-benar terwujud, saya yakin dan percaya masyarakat akan hidup sejahtera dan angka inflasi akan selalu dalam kondisi baik,” ujar Bupati Najmul.

Ia mengakui, tidak semua lapisan masyarakat memahami inflasi, terutama warga yang tinggal di pelosok desa. Karena itu, ia menekankan pentingnya peran semua pihak untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat.

“Tugas kita bersama adalah memberikan informasi kepada masyarakat tentang apa itu inflasi dan apa penyebabnya,” tambahnya.

Najmul menjelaskan, salah satu pemicu kenaikan angka inflasi adalah melonjaknya harga bahan pokok. Dampak paling besar dirasakan oleh sektor rumah tangga, terutama keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah.

Di hadapan peserta High Level Meeting, ia mengajak seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan kepala desa untuk menyusun program yang berpihak kepada rakyat dan benar-benar dirasakan manfaatnya.

Sebagai contoh, ia menyinggung langkah konkret pemerintah daerah ketika harga cabai mengalami kenaikan signifikan.

“Jika harga cabai naik, pemerintah daerah melalui Dinas KPPP bisa memberikan bibit cabai secara gratis kepada masyarakat untuk ditanam,” katanya.

Bupati juga mendorong masyarakat Lombok Utara memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang masih luas untuk menanam kebutuhan sehari-hari.

“Kepada seluruh masyarakat KLU, jika memiliki pekarangan yang luas, manfaatkanlah untuk menanam cabai, tomat, dan sayuran. Ini langkah nyata kita bersama untuk menurunkan angka inflasi di Lombok Utara,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, dalam sambutannya menyebut Kabupaten Lombok Utara sebagai miniatur Indonesia dan Asia.

“KLU ini merupakan miniatur Indonesia dan Asia. Kenapa saya katakan demikian, karena banyak wisatawan hadir, terutama ke wilayah tiga gili,” ucapnya.

Menurut dia, posisi strategis KLU sebagai daerah tujuan wisata internasional menuntut stabilitas keamanan dan kepastian situasi investasi.

“Kita tidak bisa membangun KLU dan NTB, bahkan Indonesia, kalau keamanan tidak terjaga. Para investor akan takut datang untuk menanamkan modal. Maka tugas kita semua menjaga keamanan wilayah, bukan hanya TNI/Polri, tapi tanggung jawab bersama,” tegas Najamuddin.

Ia juga menyampaikan bahwa ketersediaan bahan pokok di Lombok Utara saat ini dalam kondisi aman dan terkendali.

“Untuk hari ini, bahan pokok di Lombok Utara aman dan terkendali, walaupun di beberapa daerah lain di Provinsi NTB ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan,” katanya.

Melalui High Level Meeting dan penguatan kapasitas TPID ini, pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat semakin kuat sehingga pengendalian inflasi dapat berjalan efektif dan berkelanjutan, sekaligus menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat Lombok Utara.(Doel)