
Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Lombok Utara menggelar konsolidasi kepengurusan di Yonaris, Kecamatan Gangga, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus merumuskan program kerja yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Ketua ISNU Kabupaten Lombok Utara, Sahabudin, M.Si., mengatakan, ISNU memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya melalui gagasan dan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut dia, konsolidasi kepengurusan menjadi langkah penting untuk menyatukan visi, memperkuat kebersamaan, dan membangun komitmen seluruh pengurus dalam menjalankan roda organisasi.
“Keberadaan ISNU harus mampu memberikan manfaat nyata melalui gagasan dan program kerja yang menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Sahabudin.
Ia berharap, kepengurusan ISNU Kabupaten Lombok Utara dapat meninggalkan jejak positif melalui program-program yang terarah dan berkelanjutan. Potensi kader sarjana Nahdlatul Ulama, kata dia, perlu dioptimalkan untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus menjawab berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lombok Utara, H. Hamdun, M.Hi., mendorong ISNU agar memperkuat kontribusi nyata dengan mengoptimalkan kapasitas dan kompetensi para kadernya.
Hamdun juga menekankan pentingnya penguatan nilai moral dalam menyikapi persoalan sosial, termasuk fenomena kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren. Menurut dia, persoalan tersebut membutuhkan perhatian dan tanggung jawab bersama agar lembaga pendidikan keagamaan tetap menjadi lingkungan yang aman bagi para santri.
“Persoalan tersebut memerlukan perhatian dan tanggung jawab bersama agar lingkungan pendidikan keagamaan tetap aman serta memberikan perlindungan kepada para santri,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat peran sosial organisasi, ISNU Kabupaten Lombok Utara juga menginisiasi diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD). Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari kalangan sarjana dan guru, perwakilan pondok pesantren, hingga organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Snada dengan itu, Dewan Fakar Dr. Swandi menyampaikan, pelibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif dan menghasilkan masukan yang relevan untuk menjawab tantangan pembangunan dan persoalan sosial di Kabupaten Lombok Utara.
Melalui forum diskusi tersebut, berbagai pemikiran dan pengalaman dari peserta diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program kerja yang lebih terarah, sesuai kebutuhan masyarakat, dan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Konsolidasi ini diharapkan tidak berhenti pada penguatan internal organisasi, tetapi juga menjadi langkah awal untuk memperluas sinergi antarkader dan membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Dengan mengoptimalkan potensi sumber daya intelektual yang dimiliki, ISNU Kabupaten Lombok Utara diharapkan mampu menjalankan tanggung jawab sosialnya secara konsisten serta memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(D)

Tinggalkan Balasan