Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Bupati Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., secara resmi membuka Festival Lembaga Seni Qasidah Indonesia-Nusantara Jaya (LASQI-NJ) Tingkat Kabupaten Lombok Utara Tahun 2026 di Alun-Alun Dayan Gunung, Tanjung, Jumat (16/10/2026). Festival ini menjadi ajang pelestarian seni Islami sekaligus penjaringan talenta untuk berkompetisi di tingkat provinsi hingga nasional.
Festival tersebut diikuti 51 peserta dari lima kecamatan di Kabupaten Lombok Utara. Mereka berkompetisi dalam 12 kategori, meliputi bintang vokalis, bintang vokalis dangdut, dan pop Islami, dengan pembagian berdasarkan kelompok usia anak-anak, remaja, hingga dewasa, baik laki-laki maupun perempuan.
Pembukaan festival dihadiri Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T., Sekretaris Daerah Lombok Utara Sahabudin, M.Si., para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua dan pengurus DPD LASQI Lombok Utara, serta undangan lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Lombok Utara, H. Muhammad Najib, S.Pd., M.Pd., mengatakan, festival tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap para seniman musik Islami sekaligus upaya menjaga keberlangsungan kesenian bernuansa Islami di tengah masyarakat.
Menurut Najib, seni qasidah tidak hanya menghadirkan lantunan bernuansa religi yang dipadukan dengan musik, tetapi juga menjadi sarana dakwah untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, para juara Festival LASQI-NJ tingkat Kabupaten Lombok Utara akan mengikuti kompetisi tingkat Provinsi NTB di Mataram pada 23–25 Oktober 2026. Peserta yang lolos pada tahapan tersebut selanjutnya berkesempatan mengikuti Festival LASQI tingkat nasional di Bandung pada 4–8 November 2026.
Najib mengajak masyarakat untuk mendukung pelestarian seni qasidah agar tetap berkembang dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Lombok Utara.
Ketua DPD LASQI Lombok Utara, Hj. Rohani Najmul Akhyar, mengapresiasi penyelenggaraan festival tahunan tersebut. Menurut dia, LASQI menjadi salah satu wadah pembinaan seni yang turut mengantarkan peserta dari Lombok Utara meraih prestasi hingga tingkat nasional.
Ia menilai seni qasidah memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan keagamaan dengan cara yang santun dan menyejukkan. Karena itu, kesenian tersebut perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak kehilangan tempat di tengah perkembangan zaman.
“Tidak semua orang bisa didakwahi dengan ceramah di atas mimbar. Salah satu pilihan lain untuk berdakwah kepada masyarakat adalah melalui musik atau nada-nada yang indah,” ujar Rohani.
Ia mengatakan, keikutsertaan peserta dari lima kecamatan menunjukkan bahwa seni qasidah masih mendapat tempat di tengah masyarakat. Melalui lantunan lagu-lagu religi, peserta diharapkan dapat menyampaikan pesan tentang kebaikan, kecintaan kepada alam, Rasulullah, dan Allah SWT.
Rohani juga menyampaikan apresiasi kepada dewan juri, pembina, dan pelatih di seluruh kecamatan yang telah mendampingi peserta. Ia berharap proses pembinaan tidak berhenti setelah festival berakhir, tetapi terus berlanjut untuk mempersiapkan peserta menghadapi kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.
“Mari kita kawal anak-anak kita untuk menjemput prestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Saya sangat yakin dan percaya anak-anak kita bisa bersaing,” katanya.
Menurut Rohani, kualitas vokal penyanyi asal Lombok Utara, termasuk vokal pendukung, telah mendapat pengakuan di tingkat provinsi. Hal tersebut menjadi modal bagi para peserta untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan dalam festival tidak semata-mata diukur dari gelar juara. Lebih dari itu, seni qasidah diharapkan mampu memberikan pengaruh positif terhadap perilaku para pelantun maupun masyarakat yang mendengarkannya.
“Menjadi juara boleh berbangga hati. Akan tetapi, juara yang sesungguhnya adalah bagaimana kita bisa mengajak orang lain untuk berbuat baik melalui apa yang kita lantunkan,” ujar Rohani.
Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengingatkan bahwa seni qasidah telah lama tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Ia mengenang masa kecilnya ketika kelompok-kelompok qasidah tampil secara sederhana di kampung-kampung.
Menurut Najmul, kesenian yang dahulu dimainkan secara sederhana tersebut kini berkembang menjadi kegiatan yang lebih terorganisasi melalui lembaga dan kepengurusan yang jelas.
Ia berharap Festival LASQI-NJ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang untuk menyampaikan nasihat dan pesan moral melalui karya seni.
“Semoga dari LASQI ini kita akan mendengarkan saran-saran yang baik, petuah-petuah, dan nyanyian-nyanyian yang bisa membawa masyarakat kita menuju kepada kebaikan,” kata Najmul.
Najmul juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap peserta LASQI asal Lombok Utara yang beberapa kali berhasil tampil di panggung nasional. Ia menilai pencapaian tersebut perlu dipertahankan melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Untuk itu, ia meminta dewan juri memberikan penilaian secara objektif agar peserta terbaik dapat terpilih mewakili Lombok Utara pada kompetisi tingkat berikutnya.
Najmul berharap festival tersebut dapat ditetapkan sebagai agenda tahunan pemerintah daerah. Selain menjadi sarana pelestarian seni qasidah, kegiatan itu diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta baru yang dapat mengharumkan nama Lombok Utara di tingkat provinsi maupun nasional.(D)

Tinggalkan Balasan