Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Sekitar 40 kepala keluarga (KK) di RT 03 Dusun Jeruju, Desa Mumbul Sari, Kabupaten Lombok Utara, bergotong royong memperbaiki jalan secara swadaya. Upaya tersebut dilakukan karena warga khawatir kondisi jalan membahayakan pelajar dan masyarakat, terutama saat musim hujan.
Jalan yang dirabat merupakan akses utama yang menghubungkan Dusun Jeruju dan Pawang Kunyit. Ruas jalan sepanjang sekitar 350 hingga 600 meter itu setiap hari digunakan pelajar untuk berangkat dan pulang sekolah, warga menuju tempat ibadah, serta masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas.
Lukman Hakim mengatakan sebagian ruas jalan belum diperkeras sehingga menjadi licin ketika hujan turun. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
“Pelajar yang menggunakan jalan ini cukup banyak. Kami khawatir ketika hujan turun, jalan menjadi licin dan membahayakan mereka,” kata Lukman Hakim kepada media ini, Selasa (15/9/2026).
Menurut Lukman, warga memilih memperbaiki jalan secara mandiri karena tidak ingin menunggu terlalu lama, sementara musim hujan semakin dekat.
“Masyarakat di sini tidak sabar menunggu, apalagi untuk menghadapi musim hujan ini. Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang masih memiliki jiwa gotong royong tinggi,” ujarnya.
Untuk mendukung pengerjaan, warga secara sukarela mengumpulkan bahan bangunan sesuai kemampuan masing-masing. Sumbangan yang diberikan berkisar dua hingga 10 sak semen per keluarga.
Lukman menjelaskan, sebagian bahan bangunan tersebut diperoleh dari hasil penjualan kemiri dan hasil pertanian warga lainnya. Dengan cara itu, masyarakat berupaya memenuhi kebutuhan material untuk mempercepat perbaikan jalan.
Pengerjaan rabat jalan dilakukan secara bertahap. Hingga kini, pekerjaan telah memasuki tahap ketiga dengan panjang sekitar 50 meter pada setiap tahap pengerjaan.
Dengan progres tersebut, masih terdapat sekitar 60 meter ruas jalan yang belum dirabat dan membutuhkan dukungan agar dapat segera diselesaikan.
Sebelumnya, anggota DPRD Lombok Utara, Nasrudin, telah mengalokasikan anggaran melalui dana pokok-pokok pikiran (pokir) untuk perbaikan jalan sepanjang 160 meter.
Namun, untuk ruas jalan yang belum tersentuh, kepastian anggaran lanjutan masih belum jelas. Warga masih menunggu apakah perbaikan akan dialokasikan melalui APBD Perubahan atau anggaran pada tahun berikutnya.
Ketidakpastian tersebut membuat warga memilih mengambil langkah mandiri. Mereka bergotong royong mengumpulkan material dan mengerjakan perbaikan jalan secara bertahap.
Lukman berharap pemerintah daerah maupun pihak lain yang memiliki kepedulian dapat membantu memenuhi kebutuhan material bangunan. Bantuan tersebut dinilai penting agar sisa ruas jalan dapat segera dirabat sebelum puncak musim hujan.
Bagi warga, perbaikan jalan bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Jalan tersebut merupakan akses penting yang digunakan masyarakat setiap hari sehingga kondisinya berkaitan langsung dengan keselamatan pelajar, pengendara, dan warga yang melintas.
Karena itu, warga berharap seluruh ruas jalan yang belum diperkeras dapat segera dituntaskan sehingga akses menuju Dusun Jeruju dan Pawang Kunyit tetap aman digunakan, terutama ketika intensitas hujan meningkat.(D)

Tinggalkan Balasan