Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bagik Polak Barat mulai menghadirkan sejumlah figur dengan latar belakang dan gagasan berbeda. Salah satunya Fauzan Maulad, Lc, putra asli desa setempat yang membawa semangat pengabdian berbasis nilai pesantren dan pendidikan.
Fauzan merupakan salah satu lulusan universitas di Jakarta yang berafiliasi dengan institusi pendidikan Timur Tengah. Latar belakang tersebut menjadi modal untuk menawarkan konsep pembangunan desa yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga sumber daya manusia dan kehidupan sosial-keagamaan.
Dengan jargon “Maju dan Berkah untuk Desa Bagik Polak Barat”, Fauzan mengusung visi membangun desa yang maju, religius, sejahtera, transparan dan mandiri.
Ia menegaskan, keputusannya mengikuti Pilkades bukan didorong ambisi mengejar jabatan, melainkan keinginan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya siap mewakafkan waktu, tenaga, pikiran dan ilmu untuk desa. Jabatan bagi saya bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk mengabdi,” kata Fauzan.
Menurutnya, pembangunan desa membutuhkan kolaborasi seluruh masyarakat. Pemerintah desa harus mampu membuka ruang partisipasi sekaligus memastikan pengelolaan pemerintahan berlangsung transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Program pemberdayaan ekonomi, penguatan UMKM, pendidikan, pemuda, perempuan, infrastruktur dan pembinaan keagamaan dinilai harus berjalan secara beriringan.
Fauzan juga menaruh perhatian terhadap keterlibatan generasi muda. Menurutnya, pemuda bukan sekadar objek pembangunan, tetapi harus ditempatkan sebagai salah satu kekuatan utama dalam menentukan masa depan desa.
Dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat dan keluarga besar Pondok Pesantren Al-Ahyar turut memberikan energi bagi langkahnya dalam menghadapi kontestasi Pilkades.
Meski demikian, Fauzan menyebut proses demokrasi desa harus dijalani dengan cara yang sehat dan mengedepankan persatuan masyarakat.
“Siapa pun yang mendapatkan amanah nantinya, yang terpenting adalah Bagik Polak Barat tetap menjadi rumah bersama. Jangan sampai perbedaan pilihan memecah persaudaraan,” ujarnya.
Dengan membawa semangat “Maju dan Berkah”, Fauzan kini menyatakan siap memasuki tahapan Pilkades dan menawarkan gagasan kepemimpinan yang memadukan pembangunan fisik, ekonomi, pendidikan, sosial dan keagamaan. (Ramli Mji)

Tinggalkan Balasan