Mataram, Mediajurnalindonesia.id – Dalam upaya memberikan dukungan emosional dan pemulihan psikososial pascakebakaran yang melanda pemukiman warga Desa Sade, komunitas Chili House menggelar kegiatan kebersamaan dan hiburan bagi warga setempat pada Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan kesegaran mental dan momen kebahagiaan sejenak, khususnya bagi para ibu dan anak-anak yang terdampak bencana.

Rangkaian acara diawali dengan rekreasi (outing) menuju Lombok Epicentrum Mall dan wahana permainan Funtopia. Warga diajak untuk menikmati suasana pusat perbelanjaan hingga menonton bioskop bersama.

Ketua Komunitas Chili House, Ain Hussin, menjelaskan bahwa fokus pendampingan yang mulanya berpusat pada anak-anak kini mulai memperluas jangkauannya ke para ibu. Langkah ini diambil guna merespons aspirasi warga yang merasa lelah dan tertekan akibat tumpukan rutinitas serta proses pemulihan yang panjang pascabencana.

“Kami mengajak mereka untuk move on. Barang sudah terbakar, jadi ayo bagaimana kita bisa bahagia lagi. Ibu-ibu sempat bercerita bahwa mereka capek dan stres mengerjakan berbagai hal. Karena itu, kami ingin memberi mereka kesempatan merasakan kebahagiaan walau hanya sehari,” ujar Ain.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak dibebani oleh ekspektasi yang tinggi, melainkan murni sebagai bentuk kepedulian untuk memberikan dorongan moral. Melalui upaya ini, warga diharapkan dapat kembali bangkit dan secara bertahap membangun kehidupan yang lebih baik.

Kegiatan rekreasi ini menghadirkan momen unik sekaligus menghibur bagi para warga desa yang baru pertama kali mengakses fasilitas modern di pusat perbelanjaan. Perwakilan warga Sade, Ina Topan, menceritakan respons kocak sekaligus berkesan dari para ibu selama kegiatan berlangsung.

“Banyak pengalaman baru. Orang tua yang sebelumnya belum bisa naik eskalator akhirnya jadi bisa, walaupun ada yang takut hingga harus berpindah ke lift. Yang paling lucu, ada ibu-ibu masuk toilet lalu mencoba keran air baru. Karena bingung, ia malah menyiram dirinya sendiri,” tutur Ina.

Ina mengungkapkan, kepedulian Chili House sudah hadir sejak malam pertama bencana terjadi. Seluruh bantuan moril maupun materiil disalurkan secara langsung tanpa penyertaan prosedur birokrasi yang menyulitkan warga.

Selain program pemulihan trauma (trauma healing), Chili House menyalurkan sejumlah bantuan fisik dan pemulihan ekonomi.

Ina menyebut, pada tahap awal pascakebakaran, Chili House memberikan dana untuk penyemula tiang pertama senilai Rp95 juta. Selain itu, santunan tunai sebesar Rp1,25 juta diberikan kepada 75 kepala keluarga yang rumahnya hangus terbakar.

Dukungan kemudian berlanjut dengan pembangunan Beruga Sekenem senilai Rp210 juta. Fasilitas multifungsi tersebut dimanfaatkan sebagai tempat mengajar, berdiskusi warga, sekaligus pusat pembelajaran atau learning center.

Di bidang pemberdayaan ekonomi, Chili House juga menyewa 10 unit alat tenun senilai Rp12 juta serta memberikan modal usaha kepada warga.

Adapun kebutuhan operasional Dapur Mandiri, menurut Ina, juga dibiayai sepenuhnya oleh komunitas tersebut.

“Chili House sudah hadir sejak malam kejadian bencana,” ujar Ina.

Atas pendampingan yang berkelanjutan dari masa kritis hingga pemulihan, warga Desa Sade menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ain Hussin dan komunitas Chili House, serta berharap kebaikan tersebut membawa keberkahan bagi para donatur.(D)