Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Kepedulian terhadap kondisi masyarakat mendorong para remaja di Dusun Pendua Lauk, Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, menggelar sunatan massal.
Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan. Inisiatif itu lahir dari keresahan masyarakat terkait besarnya biaya yang harus dikeluarkan keluarga untuk melaksanakan sunatan, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Ketua panitia kegiatan, Tresnan Hapiz, mengatakan para remaja berinisiatif menggelar sunatan massal setelah mendengar keluhan masyarakat mengenai biaya pelaksanaan sunatan yang cukup besar.
“Dari masyarakat itu sendiri. Mereka mengeluhkan biaya sunatan. Jadi kami dari remaja berinisiatif mengadakan kegiatan seperti ini agar membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Tresnan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai yang berlangsung meriah pada Sabtu (29/8/2026). Ribuan warga memadati jalannya pawai yang turut diikuti masyarakat dari luar daerah, termasuk peserta dari Kota Mataram.
Pawai semakin semarak dengan iringan gamelan tradisional yang mengiringi rombongan sepanjang kegiatan. Alunan musik tradisional tersebut berpadu dengan antusiasme warga dan menjadi bagian dari nuansa budaya masyarakat setempat.
Sementara itu, pelaksanaan sunatan massal dijadwalkan berlangsung pada Minggu (30/8/2026). Tahun ini, sebanyak 24 anak tercatat sebagai peserta. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak selama kegiatan serupa digelar para remaja Dusun Pendua Lauk.
“Sudah lima tahun berturut-turut kami menyelenggarakan kegiatan ini. Tahun ini pesertanya yang paling banyak,” ujar Tresnan.
Besarnya jumlah peserta membuat panitia menyesuaikan sejumlah agenda. Salah satunya, perlombaan yang sebelumnya direncanakan akhirnya ditiadakan agar tenaga, perhatian, dan sumber daya panitia dapat difokuskan pada pelaksanaan sunatan massal.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan aman, panitia menyiapkan tenaga medis atau ahli yang telah berpengalaman dan selama ini dipercaya masyarakat setempat. Meskipun menggunakan jasa berbayar, panitia memilih tenaga yang sudah dikenal warga dan biasa menangani kegiatan sunatan.
Bagi keluarga peserta, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung. Muhtamar Mahzan, orang tua Muhammad Hamisah, mengapresiasi inisiatif para pemuda dan pemudi Dusun Pendua Lauk.
“Alhamdulillah kami selaku wali khitanan sangat-sangat terbantu dengan adanya khitanan massal ini. Karena begitu banyak biaya yang harus kami keluarkan, sekarang jauh berkurang dari biasanya,” kata Muhtamar.
Tresnan berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini. Ia berharap tradisi kepedulian yang dibangun para remaja dapat terus berlanjut serta semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi.
“Harapannya kegiatan seperti ini terus diadakan dan masyarakat juga bisa ikut andil serta meramaikan,” ujarnya.(D)

Tinggalkan Balasan