Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Wisuda sering kali identik dengan toga, jubah, dan prosesi seremonial. Namun, Rumah Lombok Multicultural School (RLMS) di bawah naungan Yayasan Chili Community House memilih cara berbeda untuk merayakan kelulusan para siswanya. Tahun ini, wisuda justru menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan keberanian, kreativitas, dan kepercayaan diri yang mereka bangun selama menempuh pendidikan.

Sebanyak 50 siswa, terdiri dari 12 anak asal Gili Trawangan dan 38 anak dari Teluk Dalam, mengikuti wisuda yang berlangsung penuh keceriaan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, untuk pertama kalinya RLMS menghadirkan panggung pertunjukan bagi para siswa. Meski sederhana, panggung tersebut menjadi simbol penting atas perjalanan panjang yang telah mereka lalui.

Di hadapan orang tua, guru, dan masyarakat, anak-anak menampilkan berbagai pertunjukan yang mencerminkan bakat serta perkembangan karakter mereka. Penampilan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan bukti bahwa pendidikan juga tentang membangun keberanian untuk tampil, berekspresi, dan percaya pada kemampuan diri sendiri.

Pendiri Yayasan Chili Community House, Noor Ain Husein, menegaskan bahwa makna wisuda yang diusung yayasan jauh melampaui seremoni kelulusan.

“Yang kami rayakan bukan toga atau jubahnya. Yang kami rayakan adalah perjalanan mereka, keberanian mereka untuk terus belajar, dan kesiapan mereka melangkah ke tahap berikutnya dalam hidup,” ujarnya,Sabtu (13/06/2026).

Selama enam tahun terakhir, Yayasan Chili Community House konsisten membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak di Lombok Utara. Fokus pembelajaran yang diterapkan tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, kemandirian, dan kepedulian sosial.

Nilai-nilai tersebut juga tercermin dalam rangkaian kegiatan wisuda yang dikemas melalui outing edukatif. Anak-anak diajak belajar di luar ruang kelas dengan mengunjungi sejumlah lokasi di Mataram dan sekitarnya.

Di Pathfinder Adventure Park, Lingsar, para siswa mengikuti kegiatan team building, permainan kolaboratif, hingga mencoba wahana Flying Fox yang melatih keberanian dan rasa percaya diri. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke Pizza Hut Sriwijaya, Mataram, untuk mengenal proses pembuatan pizza sekaligus merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan bersama teman-teman.

Menagement Pizza hut Sriwijaya Imam menyampaikan kebahagiaan mereka dapat menjadi bagian dari momen spesial ini

“Kami merasa senang dapat berkontribusi dalam perjalanan pendidikan anak-anak hebat dari Chili House. Semoga pengalaman sederhana ini menjadi kenangan yang menyenangkan bagi mereka.” Ujarnya

Kegiatan ditutup dengan bermain dan berenang bersama, menciptakan momen kebersamaan yang menjadi kenangan berharga bagi para siswa. Bagi sebagian anak, ini menjadi pertemuan terakhir sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dan menempuh jalan hidup yang berbeda.

Menurut Noor Ain Husein, keberhasilan pendidikan tidak selalu diukur dari nilai rapor atau kemampuan menjawab soal ujian. Baginya, keberhasilan sesungguhnya terlihat ketika anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, memiliki empati, dan berani bermimpi.

“Kami tidak ingin hanya melahirkan anak-anak yang pintar secara akademik. Kami ingin membantu mereka tumbuh menjadi manusia yang berkarakter, peduli kepada sesama, dan memiliki keberanian untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.

Bagi Yayasan Chili Community House, panggung sederhana yang hadir pada wisuda tahun ini mungkin terlihat kecil. Namun di atas panggung itulah, puluhan anak Lombok Utara belajar satu hal penting: bahwa setiap mimpi layak ditampilkan, setiap usaha layak dihargai, dan setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang membawa perubahan bagi masa depan.(D)