Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id– Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) memperingati Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80 dengan menggelar aksi lingkungan berupa tabur benih ikan dan penanaman ribuan pohon di kawasan Bendungan Meninting, Kamis (27/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Barat, didampingi sejumlah kepala OPD, termasuk Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR), serta stakeholder terkait.
Jaga Sumber Air, Jaga Pertanian Lobar
Kepala Dinas PUTR Lombok Barat, Ahad Legiarto, menegaskan bahwa peringatan Hari Bakti PU bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan wujud komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian sumber daya air yang menjadi tumpuan utama sektor pertanian di Lobar.
“Bagaimana kita mempertahankan sumber air. Ini salah satu sumber air yang harapannya bermanfaat bagi petani-petani Lombok Barat,” ujarnya.
Ahad menyebutkan, Bendungan Meninting menjadi salah satu titik vital pengairan sehingga upaya konservasi seperti penebaran benih ikan dan penanaman pohon sangat penting menjaga keberlanjutan debit air dan kualitas lingkungan.
Mayoritas Proyek Infrastrukur On The Track
Selain kegiatan lingkungan, Hari Bakti PU menjadi momen evaluasi berbagai proyek strategis di penghujung tahun anggaran. Berdasarkan laporan tim teknis di lapangan, mayoritas proyek infrastruktur menunjukkan progres positif.
“Alhamdulillah sampai dengan hari ini progresnya on the track. Sempat ada satu proyek yang kurang bagus, tetapi setelah pendampingan dan teguran, kini sudah bisa mengejar ketertinggalan,” ujar Ahad.
Ia menjelaskan, dinamika deviasi target fisik di lapangan merupakan hal yang umum terjadi. Beberapa proyek bahkan mencatat deviasi positif, sementara sebagian lainnya sempat mengalami keterlambatan namun masih dalam batas aman.
Salah satu proyek yang mendapat apresiasi adalah pembangunan jembatan yang dinilai menunjukkan progres signifikan.
Cuaca Ekstrem dan Kelangkaan Tenaga Kerja Jadi Tantangan
Menjelang akhir tahun, sejumlah kendala dihadapi dalam penyelesaian proyek, mulai dari cuaca ekstrem hingga kelangkaan tenaga kerja dan peralatan.
“Kendalanya saat ini adalah cuaca. Selain itu, di akhir tahun tenaga kerja terserap semua karena banyak proyek berjalan. Mereka juga meminta upah lebih tinggi. Alat berat pun saling berebut untuk disewa,” ungkapnya.
Meski demikian, proyek-proyek prioritas seperti penataan Alun-alun terus dikebut siang dan malam agar rampung sesuai target.
“Kami berkomitmen melakukan pengabdian semaksimal mungkin agar infrastruktur yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Ahad.
Acuan Kontrak Jadi Pegangan, Proyek Lambat Akan Didenda
Menanggapi potensi keterlambatan, Pemkab Lobar berpegang pada aturan kontrak. Jika ada proyek yang tidak selesai hingga akhir tahun, mekanisme denda akan diterapkan.
“Targetnya selesai akhir tahun ini. Tetapi kalau ada yang belum selesai, kita akan mengikuti acuan kontrak, termasuk pemberlakuan denda,” katanya.
13 Proyek Strategis dan 11 Paket SPAM Sedang Berjalan
Saat ini, Dinas PUTR Lobar menangani sekitar 13 paket proyek strategis, termasuk 11 paket Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang bersumber dari DAK/DAU, serta penyelesaian Alun-alun kota yang ditargetkan tuntas sebelum pergantian tahun. (Ramli Mji)

Tinggalkan Balasan