Para Tokoh Buddhis Vihara Sutta Dhamma Lombok Utara menggelar audiensi dengan Gubernur NTB di Mataram.

Mataram, Mediajurnalindonesia.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), L. M. Iqbal, memastikan diri hadir dalam peresmian Vihara Sutta Dhamma di Dusun Lenek, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Kehadiran Gubernur pada acara tersebut akan menjadi catatan sejarah, karena untuk pertama kalinya seorang gubernur NTB menghadiri peresmian vihara.

Kepastian kehadiran tersebut disampaikan setelah para tokoh Buddhis Vihara Sutta Dhamma Lombok Utara menggelar audiensi dengan Gubernur NTB di Mataram, pada Selasa (9/12/2025).

Pertemuan itu membahas persiapan peresmian vihara yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Januari 2026.

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Iqbal menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan acara. Ia juga menegaskan komitmennya terhadap toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di NTB.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini dan, insya Allah, saya siap hadir,” ujar Iqbal saat menerima rombongan.

Peresmian Vihara Sutta Dhamma diperkirakan menjadi salah satu kegiatan keagamaan terbesar di awal 2026. Panitia menyebutkan bahwa acara akan dihadiri oleh 20 anggota Sangha, Direktur Jenderal Bimas Buddha Kementerian Agama RI, Gubernur NTB, serta Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara.

Tidak hanya itu, ratusan umat Buddha dari Pulau Jawa, Jakarta, dan Sumatra dijadwalkan turut hadir, disertai ribuan umat Buddha dari berbagai daerah di NTB.

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa partisipasinya dalam peresmian vihara merupakan bentuk penghargaan kepada seluruh umat beragama di NTB. Ia menilai kehadiran pemerintah sangat penting dalam membangun ruang keberagaman dan memperkuat kohesi sosial.

“NTB adalah rumah bagi semua umat beragama. Pemerintah harus hadir untuk memastikan keharmonisan itu tetap terjaga,” kata Iqbal.

Vihara Sutta Dhamma memiliki catatan sejarah panjang. Dibangun sekitar tahun 1986, vihara ini sempat mengalami kerusakan dua kali akibat gempa bumi, salah satunya kerusakan parah pada gempa besar tahun 2018. Meski demikian, komunitas umat Buddha setempat terus berupaya membangun kembali fasilitas ibadah tersebut.

Dengan rencana kehadiran Gubernur NTB, peresmian Vihara Sutta Dhamma tahun depan diharapkan tidak hanya menjadi momen spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga simbol kuat toleransi antaragama di NTB.

Apabila kehadiran tersebut terwujud, maka acara ini akan tercatat sebagai peresmian vihara pertama di NTB yang dihadiri seorang gubernur.(Doel)