Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id– MTs Negeri 2 Lombok Barat menggelar kegiatan Pengembangan Keprofesian Guru (PKG) melalui Workshop Implementasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam Pembelajaran yang berlangsung selama dua hari, 22–23 Juni 2026, di Rumah Makan Sukma Rasa, Labuapi, Lombok Barat.
Kegiatan yang didanai melalui Anggaran DIPA Tahun 2026 ini merupakan bagian dari implementasi Petunjuk Teknis Direktorat Pendidikan Islam Tahun 2026 tentang Pengembangan Kompetensi Profesi Guru dan Penguatan Kompetensi Pedagogik. Workshop diikuti oleh 40 guru ASN dan PPPK MTsN 2 Lombok Barat serta menghadirkan narasumber dari perguruan tinggi, BPMP NTB, dan Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, H. Muliadi, M.Pd.I., Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Lombok Barat H. Muliarta, M.Sos., Dr. H. Lalu Sirajul Hadi, M.Pd., Dosen FKIP Universitas Mataram, H. Selamet Riyadi, M.Pd., Widyaiswara BPMP NTB, Dr. Asrin, M.Pd., Dosen FKIP Universitas Mataram, serta Abdul Hamid, S.Ag., Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, H. Muliadi, M.Pd.I., menegaskan bahwa transformasi pendidikan menuntut guru untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalismenya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Menurutnya, konsep Deep Learning dalam pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga menekankan kemampuan peserta didik untuk memahami, menganalisis, serta mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan nyata.
“Guru harus mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan berpusat pada peserta didik. Pendidikan tidak cukup hanya membuat siswa mengetahui sesuatu, tetapi bagaimana mereka mampu memahami secara mendalam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya Kurikulum Berbasis Cinta sebagai pendekatan yang sangat selaras dengan karakter pendidikan madrasah. Melalui pendekatan tersebut, guru didorong untuk membangun hubungan yang harmonis dengan peserta didik sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
“Ketika cinta menjadi dasar dalam proses pendidikan, maka akan lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, empati, dan kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.
Pada sesi materi hari pertama, Dr. H. Lalu Sirajul Hadi, M.Pd., memaparkan urgensi transformasi pembelajaran abad ke-21 serta filosofi Kurikulum Berbasis Cinta yang menempatkan kasih sayang, nilai moral, dan keteladanan sebagai pondasi utama pendidikan.
Selanjutnya, H. Selamet Riyadi, M.Pd., menyampaikan konsep Deep Learning yang berfokus pada tiga pilar utama, yaitu Meaningful Learning (pembelajaran bermakna), Mindful Learning (pembelajaran sadar), dan Joyful Learning (pembelajaran menyenangkan). Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi kunci dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan berkesan bagi peserta didik.
Pada hari kedua, Dr. Asrin, M.Pd., menjelaskan integrasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam desain pembelajaran. Ia menegaskan bahwa kedua pendekatan tersebut dapat berjalan secara sinergis untuk membangun kompetensi akademik sekaligus memperkuat karakter peserta didik.
Sementara itu, Abdul Hamid, S.Ag., memberikan pendampingan teknis terkait penyusunan Modul Ajar dan perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan prinsip-prinsip Deep Learning dan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta. Pada sesi ini, peserta juga mempresentasikan hasil kerja kelompok sebagai bentuk implementasi materi yang telah diperoleh selama Workshop berlangsung.
Kepala MTs Negeri 2 Lombok Barat, H. Abdul Azis Faradi, M.Pd., yang turut memberikan materi, menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi Deep Learning sangat bergantung pada kemampuan guru dalam merancang pengalaman belajar yang aktif, reflektif, dan kontekstual.
Ia menilai bahwa pembelajaran yang berkualitas harus mampu menghubungkan materi pelajaran dengan realitas kehidupan peserta didik sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna dan membekas dalam jangka panjang.
“Guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi menjadi fasilitator yang membimbing peserta didik menemukan makna dari setiap proses pembelajaran. Inilah esensi dari pembelajaran mendalam yang saat ini menjadi arah pengembangan pendidikan nasional,” jelasnya.
Workshop ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik guru melalui penguasaan strategi dan pendekatan pembelajaran mendalam yang inovatif, sekaligus mendorong pengembangan profesi guru secara berkelanjutan melalui implementasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui diskusi, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, presentasi hasil kerja kelompok, serta berbagai sesi tanya jawab yang membahas strategi implementasi Deep Learning dan penguatan budaya madrasah yang humanis.
Kegiatan resmi ditutup pada hari kedua oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, H. Muliarta, M.Sos. Dalam arahannya, ia memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar senantiasa menjalankan tugas sebagai pendidik dengan penuh keikhlasan dan dedikasi.
“Mengajar di madrasah bukan hanya sekadar tentang penghasilan yang kita dapatkan, tetapi lebih dari itu merupakan keberkahan dan ladang amal ibadah yang tak terhingga,” pesannya.
Melalui kegiatan Pengembangan Keprofesian Guru ini, MTs Negeri 2 Lombok Barat berharap seluruh pendidik semakin siap menghadirkan pembelajaran yang inovatif, mendalam, berpusat pada peserta didik, serta berlandaskan nilai-nilai cinta dan kemanusiaan. Dengan demikian, madrasah dapat terus melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di era global.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai bentuk komitmen untuk mengimplementasikan hasil workshop dalam proses pembelajaran di MTs Negeri 2 Lombok Barat. (Ramli Mji)

Tinggalkan Balasan