Lombok Tengah.Mediajurnalindonesia.id-Program Cerdas Odop yang diadakan  Sekolah Menengah Pertama Satu Atap Baturintang Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah, yang dimulai  sejak tahun 2024 sampai saat ini, berdampak sangat baik terhadap para anak usia sekolah, karena program one day one page ini dapat menyelamatkan anak anak dari terpuruknya  kehidupan akibat pernikahan dini.

Kepala Sekolah Menengah Pertama SMP Satap Baturintang Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah H.Sumidah S.Si.,S.H.,M.Kn., kepada mediajurnalindonesia, Selasa (5/5/2026) menegaskan, program Cerdas Odop ini dampak positifnya sangat sangat besar bagi keberlangsungan pendidikan bagi anak anak murid di SMP Satu Atap, karena dengan program ini anak anak usia sekolah  tidak lagi tertarik dan  mikirkan untuk menikah usia dini sebelum mereka berhasil dan  menenamatkan sekolahnya kejenjang yang lebih tinggi.

H.Sumidah menambahkan, pihaknya sebelum dilaksanakan program Odop ini, dulu di Baturintang anak usia sekolah yang menikah diusia dini mencapai 29 %  setiap tahunnya, akibat tidak ada larangan dari orang tua, tidak ada edukasi dan pembelajaran tentang bagaimna akibat dan dampak menikah diusia dini, tidak diberikan program program yang berkaitan dg pernikahan dini di sekolah, sehingga pernikahan diusia dini sangat tinggi.

“Yang sangat membanggakan kami Selaku Kepala Sekolah Satap, program Cerdas Odop ini, memberikan anak anak murid untuk berkarya dalam literasi membuat karya tulis untuk mencurahkan isi hatinya, perasaannya,  yang mana hasil karya tulisnya berbentuk buku  dicetek oleh sekolah, mencapai seribuan judul dalam setiap bulan,” Ujar H.Sumidah.

“Alhamdulillah buku buku hasil karya tulis anak anak SMP Satap, setelah dicetak, diberikan kepada orang tua murid, dan dari satgas wali kelas memantau hasil karya karya anak didik  SMP Satap yg berjumlah sekitar 129 orang, karya tulis tersebut dimasukkan ke link dan google form, sehingga anak anak juga bisa membacanya, dan kami sangat bangga anak usia sekolah, hampir dalam dua tahun ini tidak ada yg menikah diusia dini dan th 2026, menikah diusia dini nol persen, keberhasilan program ini mencapai 95 %,”tuturnya.

” Yang lebih menarik dalam setiap karangan dan judul dari karya tulis anak anak SMP Satap, mengunggah dengan unggahan, ” Sy Butuh Ijazah Bukan Pelaminan dan Cincin kawin”. Walaupun program Cerdas Odop ini masih terkendala pasilitas sekolah, seperti ruang komputer, ruang kelas dan pasilitas lainnya, kami terus berpacu dengan segala pasilitas yang ada, sehingga program ini tetap berjalan dengan baik, semoga mendapatkan perhatian dari pemerintah,” Tutup H.Sumidah.(Ftr).