Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nusa Tenggara Barat (NTB) serta DPD PAN se-NTB di Hotel Prime Park, Jumat (17/4/2026).

Mataram, Mediajurnalindonesia.id – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan melantik H. M. Arsan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Lombok Utara periode 2025–2030. Pelantikan tersebut berlangsung dalam rangkaian Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nusa Tenggara Barat (NTB) serta DPD se-NTB di Hotel Prime Park, Jumat (17/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas menegaskan target ambisius partainya pada Pemilu 2029, yakni menembus empat besar secara nasional. Target tersebut, menurut dia, harus diwujudkan melalui kerja nyata seluruh kader di berbagai tingkatan.

“Target empat besar bukan sekadar angan-angan politik. Ini harus ditopang oleh kerja nyata kader di semua daerah,” ujar Zulhas.

Pada struktur kepengurusan yang baru, posisi sekretaris DPD PAN Lombok Utara diisi oleh Lalu Saejudin, sementara jabatan bendahara dipercayakan kepada mantan anggota DPRD Lombok Utara, Sadirman.

Zulhas menekankan pentingnya peran kader yang saat ini menduduki jabatan di eksekutif maupun legislatif. Ia mengingatkan agar kekuasaan tidak membuat kader menjauh dari persoalan masyarakat.

“Saya minta bupati-bupati ini jangan sibuk sendiri. Teman-teman DPR jangan hanya fokus pada hal-hal yang tidak berdampak. Apa yang berubah setelah saudara menjadi bupati atau anggota DPR, itu yang akan diminta pertanggungjawaban,” katanya.

Ia kembali menegaskan bahwa seluruh kader PAN harus bekerja secara terukur dan menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat. Menurut dia, jabatan politik harus dimanfaatkan untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat.

Selain itu, PAN saat ini mengarahkan fokus politiknya pada isu-isu mendasar, terutama penguatan ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan petani, nelayan, serta peternak.

“PAN sekarang fokus agar pangan cukup, petani sejahtera, nelayan nilai tukarnya naik. Kita ingin menyelesaikan persoalan sekitar 30 persen rakyat miskin yang berasal dari sektor pertanian, perikanan, dan peternakan,” ujarnya.

Target empat besar tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi PAN. Pada Pemilu 2024, partai ini memperoleh 10.984.003 suara atau sekitar 7,24 persen suara nasional, menempatkannya di posisi kedelapan.

Meski demikian, Zulhas optimistis posisi PAN dapat meningkat apabila konsolidasi internal berjalan seiring dengan implementasi program pemerintah yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami ingin menuntaskan kebijakan dan program yang sedang berjalan. Mungkin satu periode tidak cukup, karena banyak yang harus diselesaikan, mulai dari koperasi desa, ketahanan pangan, hingga hilirisasi,” kata dia.

Zulhas juga menegaskan bahwa koalisi PAN dengan Partai Gerindra akan terus berlanjut hingga Pemilu 2029. Ia menilai kerja sama tersebut telah teruji dalam tiga kali pemilu terakhir.

“Kita ini sudah bersama selama tiga kali pemilu. Itu bukan kebetulan, tetapi komitmen yang sudah teruji,” ujarnya.(AB)