Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id – Dengan semangat dan antusiasme yang tinggi, Desa Midang merayakan Milad ke-104 dengan tema “Merawat Tradisi Mengawal Inovasi.” Tema ini mencerminkan komitmen desa untuk menjaga warisan budaya yang kaya sambil merangkul kemajuan modern. Upacara pembukaan yang diadakan hari ini menandai dimulainya perayaan selama satu bulan penuh, dari tanggal 17 Juli hingga 17 Agustus 2024.
Pra-Acara: Senam Bersama
Kegiatan pra-acara dimulai dengan senam bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan Desa Midang, termasuk warga desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tamu undangan. Senam bersama ini tidak hanya mempererat rasa kebersamaan tetapi juga meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa. “Senam bersama ini menjadi simbol persatuan dan kekompakan kita semua dalam merayakan Milad ke-104 Desa Midang,” ujar Ketua Panitia, H. Taufan Buana.
Laporan Ketua Panitia
H. Taufan Buana dalam laporannya menyampaikan bahwa persiapan untuk Milad ke-104 ini telah dilakukan dengan cermat dan penuh semangat. “Milad ke-104 ini bukan hanya perayaan, tetapi juga refleksi dari perjalanan panjang Desa Midang dalam menjaga tradisi dan mengawal inovasi. Kami berharap semua kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan membawa manfaat bagi seluruh warga desa,” ungkapnya. Dia juga mengapresiasi kerja keras seluruh panitia dan partisipasi aktif dari masyarakat desa.
Sambutan Kepala Desa
Kepala Desa Midang, Samsudin, S. Sos, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada masyarakat atas dukungan dan partisipasinya. “Tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh warga, perayaan ini tidak akan mungkin terlaksana dengan baik. Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah awal untuk terus maju dan berkembang bersama,” kata Samsudin. Beliau juga menegaskan pentingnya merawat tradisi sambil terus berinovasi demi kemajuan desa.
Pembukaan Resmi oleh Bapak Camat Gunungsari
Acara mencapai puncaknya dengan pidato kunci oleh Bapak Camat Gunungsari, H. Rusni, S.Sos. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi dalam perkembangan desa. “Desa Midang adalah contoh nyata konsistensi bagaimana tradisi yang kaya bisa berjalan seiring dengan inovasi. Saya berharap desa ini terus berkembang tanpa melupakan akar budayanya,” ujarnya. Untuk secara resmi membuka rangkaian acara milad, beliau secara simbolis menyematkan logo baru milad dan melakukan pemotongan tumpeng Milad ke-104. “Dengan ini, saya resmi membuka rangkaian acara Milad ke-104 Desa Midang. Mari kita rayakan dengan penuh semangat dan kebersamaan, InsyaAllah saya akan hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatannya entah itu sekadar menyaksikan atau sebagai pesertanya” tambah H. Rusni.
Rangkaian Acara Milad
Perayaan ini menampilkan enam acara besar, masing-masing dirancang untuk menampilkan budaya dan bakat yang beragam di Desa Midang:
1. Festival Anak: Festival anak-anak dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan dan mendidik. Anak-anak desa akan diajak untuk berpartisipasi dalam lomba mewarnai, lomba anak sehat, dan pertunjukan seni.
2. Festival Terune Dedare : Merayakan generasi muda dengan berbagai kompetisi dan pertunjukan. Acara ini mencakup Workshop budaya, lomba fashion show tradisional, lomba tari kreasi, dan penampilan musik dari pemuda-pemudi desa dan pemilihan Ternue Dedare Desa Midang.
3. Berdikari Milad Cup : Turnamen olahraga yang mempromosikan kerja tim dan sportivitas. Sepak Bola 9 yang merupaka identitas melekat Berdikari Cup dipertandingkan antar tim khusus dari Desa Midang.
4. Lomba Lintas Alam Berdikari XIX : Lomba lintas alam yang menguji ketahanan dan kekuatan. Para peserta akan diajak untuk menjelajahi rute menantang yang melewati berbagai pemandangan alam indah di sekitar Desa Midang.
5. Midang Culture Idol : Ajang pencarian bakat yang menampilkan bakat seni dan budaya warga desa. Kompetisi ini mencakup lomba menyanyi, menari, dan pertunjukan teater yang mengangkat tema-tema lokal.
6. Lomba Antar Kewilayahan : Serangkaian kompetisi antar wilayah desa yang mempererat semangat kebersamaan dan persaudaraan. Kegiatan ini mencakup penilaian administrasi dan perlombaan kebersihan lingkungan.
Acara puncak dan penutupan pada 17 Agustus 2024 akan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia, memastikan penutupan yang meriah dan berkesan untuk perayaan milad ini. Pada acara puncak, akan ada upacara bendera, parade budaya, dan pesta rakyat yang menampilkan berbagai kesenian tradisional.
Milad ke-104 Desa Midang adalah momentum penting untuk merefleksikan pencapaian, merayakan kebersamaan, dan merencanakan masa depan yang lebih baik. Dengan tema “Merawat Tradisi Mengawal Inovasi,” desa ini berkomitmen untuk terus berkembang sambil tetap menghargai warisan budaya yang telah ada. Seluruh rangkaian acara diharapkan dapat mempererat hubungan antarwarga, meningkatkan rasa bangga terhadap desa, dan mendorong semangat inovasi untuk pembangunan yang berkelanjutan. (Red.Mji)
