Sumbawa Barat.Mediajurnalindonesia.id-Nilai adat Samawa dibahas sebagai bagian dari muatan lokal pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat. Bahan ajar yang tengah disusun tidak hanya mengenalkan tradisi, tetapi juga menekankan penerapan nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

Penguatan penyusunan muatan lokal tersebut menjadi bahasan utama dalam Seminar Muatan Lokal dan Pelestarian Nilai Adat yang berlangsung di Lantai 3 Sekretariat Daerah, Senin (24/8). Seminar menghadirkan Prof. Dr. Mahsun, M.S., Dosen Universitas Mataram untuk memberikan penguatan akademik mengenai integrasi budaya, bahasa, dan nilai lokal ke dalam layanan pendidikan.

Seminar yang mempertemukan kepala sekolah, guru, pengawas, serta pemangku kepentingan pendidikan itu menekankan pentingnya melihat budaya tidak hanya dari bentuk luarnya. Kesenian, cerita rakyat, bahasa, dan tradisi memang penting dikenalkan kepada peserta didik, namun yang lebih utama adalah menggali pesan dan nilai yang hidup di baliknya.

Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., menegaskan pentingnya menemukan nilai yang terkandung di balik tradisi, kemudian meneruskannya kepada generasi berikutnya.
“Yang paling penting dari tradisi masyarakat Sumbawa yang ada hingga saat ini, bukan bentuk luar tradisi itu saja, melainkan nilai yang terkandung di dalam tradisi tersebut,” ujarnya saat membuka seminar.

Bupati melanjutkan bahwa, Sekolah merupakan ruang paling strategis untuk memperkenalkan sekaligus menanamkan nilai-nilai moral kepada anak-anak. Melalui cerita, nilai tersebut diterjemahkan menjadi pemahaman, yang pada akhirnya diwujudkan dalam tindakan nyata.

Sebagai contoh, cerita rakyat dapat dijadikan sebagai pendekatan sederhana. Jika secara nasional kisah Malin Kundang dikenal untuk mengajarkan bakti kepada orang tua, masyarakat Sumbawa juga memiliki cerita Batu Nganga yang sarat akan pesan serupa. Dari cerita ini, anak-anak tidak hanya berhenti pada mengetahui alurnya, tetapi di Arahkan untuk memahami dan menerapkan nilai di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Agus, S.Pd., M.M., menambahkan bahwa penyusunan kurikulum muatan lokal yang bekerja sama dengan Lembaga Adat Tanah Samawa merupakan ikhtiar menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga penanaman karakter berbasis tradisi Samawa.

Ke depannya, setelah seluruh tahapan penyusunan selesai, Pemerintah Daerah membuka peluang untuk memperkuat kebijakan ini melalui regulasi resmi, baik berupa Peraturan Bupati maupun Peraturan Daerah.

Dengan demikian, muatan lokal diharapkan tidak sekadar menjadi tambahan dalam pembelajaran, tetapi menjadi jembatan untuk membawa kembali nilai-nilai adat Samawa ke ruang sekolah, tempat karakter dan masa depan generasi berikutnya dibentuk.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Lembaga Adat Tanah Samawa (LATS) Kamutar Telu KSB, drh. Hairul, M.M., Para Asisten, Staff Ahli Bupati, serta kepala OPD Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.