Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Program bantuan presiden (banpres) berupa sapi kurban untuk Kabupaten Lombok Utara tahun ini jatuh kepada seekor sapi jenis Simental milik Asmudin, peternak asal Dusun Gangga, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga. Sapi berukuran jumbo tersebut terpilih setelah melalui serangkaian proses verifikasi ketat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara, Tresnahadi, ditemui di ruang kerjanya pada Senin, (18/5/2026), mengungkapkan bahwa sapi milik Asmudin berhasil menyisihkan sembilan kandidat sapi lainnya yang sebelumnya diusulkan dari Lombok utara.

Menurut Tresnahadi, penentuan sapi banpres dilakukan melalui tahapan pendataan awal terhadap ternak-ternak potensial, sebelum kemudian diverifikasi langsung oleh tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB.

“Dari hasil penimbangan yang kita lakukan, memang sapi milik Pak Asmudin ini yang tertinggi. Sistemnya kita mendata dulu ternak-ternak yang potensial, kemudian tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi turun langsung untuk verifikasi sekaligus menimbang,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penimbangan resmi di lapangan menggunakan alat ukur khusus, sapi Simental tersebut mencatatkan bobot hidup mencapai 1.078,5 kilogram atau mendekati 1,1 ton.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, bobot sapi banpres tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada tahun 2025 lalu, sapi bantuan presiden yang terpilih memiliki berat di kisaran satu ton. Sementara tahun ini, bobot sapi yang dipilih meningkat hingga melampaui angka tersebut.

Sapi Simental jumbo itu ditawarkan oleh pemiliknya dengan harga Rp135 juta. Pemerintah daerah berharap nilai tersebut dapat disetujui sepenuhnya oleh pemerintah pusat tanpa proses tawar-menawar sebagai bentuk penghargaan terhadap peternak lokal yang berhasil memelihara ternaknya hingga mencapai kualitas premium.

Untuk mematangkan proses transaksi, Dinas Pertanian bersama pemilik sapi dijadwalkan menghadiri rapat koordinasi teknis yang difasilitasi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB. Pertemuan tersebut akan membahas mekanisme pencairan dana pembelian sapi banpres.

“Rapat besok akan memfinalkan bagaimana proses pencairannya. Skemanya adalah transfer langsung. Uang akan dikirim dari Sekretariat Presiden langsung ke rekening pemilik sapi, jadi tidak ada perantara,” kata Tresnahadi.

Pihak dinas juga memastikan seluruh dokumen pendukung, termasuk nomor rekening pemilik dan identitas perbankan, telah diserahkan secara lengkap guna memperlancar proses administrasi pembayaran.

Sementara itu, sesuai keputusan pemerintah daerah, sapi bantuan Presiden Prabowo Subianto tersebut direncanakan akan disembelih di Masjid Menggala.

Penetapan lokasi penyembelihan dilakukan berdasarkan sistem pergiliran antar-kecamatan yang diterapkan setiap tahun agar distribusi bantuan presiden dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh wilayah Lombok Utara.

“Tahun lalu lokasinya di Masjid Jami’ Tanjung, sekarang giliran ke Masjid Menggala. Tahun depan kemungkinan akan digeser lagi ke kecamatan lain,” jelasnya.

Prosesi penyerahan sapi kurban secara simbolis nantinya akan dilakukan oleh Bupati Lombok Utara kepada pihak takmir Masjid Menggala setelah pelaksanaan salat Idul Adha yang dipusatkan di Masjid Jami’ Tanjung.

Setelah penyerahan dilakukan, seluruh proses pengelolaan, penyembelihan, hingga distribusi daging kurban akan menjadi tanggung jawab panitia kurban dan pengurus takmir Masjid Menggala untuk dibagikan kepada jemaah dan warga sekitar yang membutuhkan.(D)