Lombok Barat, NTB, Mediajurnalindonesia.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Lombok Barat Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan parade budaya dan bazar UMKM di Gedung Seni dan Budaya Kecamatan Narmada, Senin (18/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang pengembangan kreativitas dan karakter generasi muda melalui seni, sastra, dan budaya. Hadir dalam kegiatan itu Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, anggota DPRD Lombok Barat, Penjabat Sekretaris Daerah, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi NTB, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Barat, unsur Forkopimcam, kepala desa, kepala sekolah, hingga tokoh budaya.
Dalam sambutannya, Bupati Lombok Barat yang akrab disapa LAZ menegaskan bahwa FLS3N bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembentukan karakter peserta didik.
“Lomba ini menjadi salah satu parameter untuk mewujudkan generasi yang kreatif, inovatif, dan berkarakter,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan harus mampu membentuk integritas dan akhlak generasi muda, tidak hanya berfokus pada capaian akademik. Ia juga menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari siswa.
“Guru bukan hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga harus menjadi pendidik yang mampu memberi contoh dan inspirasi bagi anak-anak,” katanya.
LAZ turut mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan integritas selama mengikuti perlombaan.
“Saya lebih bangga jika lomba dilaksanakan dengan penuh integritas daripada menjadi juara tetapi tidak menjunjung nilai kejujuran,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat H. Najamudin menyampaikan bahwa FLS3N merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.
Ia menjelaskan, FLS3N 2026 diikuti sebanyak 232 peserta yang terdiri dari 112 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan 120 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Seluruh peserta telah terdaftar dalam database nasional.
Festival yang berlangsung mulai 18 hingga 21 Mei 2026 tersebut mempertandingkan 21 cabang lomba seni dan sastra.
Selain menjadi ajang pencarian bakat, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM dalam bazar budaya yang digelar selama festival berlangsung. (Ramli MJI)

Tinggalkan Balasan