Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus memantapkan kesiapan menjadi tuan rumah Festival Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang akan digelar pada pertengahan November mendatang. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat panitia yang dipimpin langsung oleh Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH, di Aula Kantor Bupati, Jumat (31/10/2025).

Rapat turut dihadiri Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB Drs. H. Sahnan, M.Pd, Ketua Harian DPW LASQI Nusantara Jaya Provinsi NTB Ir. Hj. Lale Prayatni, Asisten I Setda KLU H. Rusdi, ST., MM, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda KLU, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sahnan menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi NTB terhadap kesiapan dan kesanggupan Lombok Utara sebagai tuan rumah festival tahunan yang mempertemukan para seniman dan pegiat qasidah dari seluruh kabupaten/kota di NTB itu.

“Kami melihat kesiapan Lombok Utara sudah sangat baik. Hal-hal teknis seperti sistem lomba, transportasi, penginapan, dan koordinasi antar panitia perlu terus dimatangkan agar pelaksanaan nanti berjalan lancar,” ujar Sahnan.

Ia menambahkan, dengan segala potensi yang dimiliki, Lombok Utara dinilai mampu menampung seluruh peserta dan tamu undangan yang akan hadir dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Bupati Najmul Akhyar menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadi tuan rumah yang baik dan memberikan kesan terbaik bagi seluruh peserta.

“Kita tidak hanya ingin sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga sukses dalam meraih prestasi. Kami siap menyelenggarakan dan menyukseskan acara ini bersama seluruh pihak,” kata Najmul.

Bupati juga mengingatkan seluruh kepala OPD agar berperan aktif sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing untuk mendukung kelancaran kegiatan.

“Ini bukan kali pertama Lombok Utara menjadi tuan rumah kegiatan besar. Kita harus memberikan kesan terbaik dan bekerja bersama agar semua terasa ringan,” ujarnya menambahkan.

Di sisi lain, Ketua Harian DPW LASQI NTB, Hj. Lale Prayatni, menuturkan bahwa pihaknya menilai kesiapan Lombok Utara cukup matang. Selain pelaksanaan festival, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong sektor ekonomi masyarakat melalui pelibatan pelaku UMKM lokal.

“Kami berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang seni dan religi, tetapi juga memberi dampak nyata bagi ekonomi masyarakat Lombok Utara,” kata Lale.

Hingga akhir Oktober, tercatat tujuh dari sepuluh kabupaten/kota di NTB telah mendaftar sebagai peserta, yakni Kabupaten Lombok Utara, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Dompu. Sementara tiga daerah lainnya, Lombok Barat, Sumbawa, dan Sumbawa Barat masih belum memberikan konfirmasi keikutsertaan.

Festival LASQI NTB tahun ini diharapkan menjadi ajang pelestarian seni islami sekaligus mempererat silaturahmi antar daerah di Nusa Tenggara Barat.(Doel)