Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2026 menjadi Rp 370 miliar. Target tersebut meningkat dibandingkan PAD tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp 341 miliar.
Wakil Ketua DPRD KLU Hakamah mengatakan, kenaikan target PAD didasarkan pada besarnya potensi daerah yang belum tergarap secara optimal, terutama dari sektor pariwisata. Kawasan wisata unggulan Tiga Gili selama ini menjadi penyumbang utama pendapatan daerah.
“Potensi kita memang ada dan sangat besar, khususnya di sektor pariwisata kawasan Tiga Gili. Pada akhir tahun, pengunjung membeludak. Destinasi wisata di wilayah daratan KLU juga ramai dikunjungi,” kata Hakamah, Senin (12/1/2026).
Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, mobilitas wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara yang keluar masuk wilayah Lombok Utara terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang besar untuk mendongkrak PAD ke depan.
Menurut Hakamah, secara potensi, PAD Kabupaten Lombok Utara bahkan dapat mencapai hingga Rp 700 miliar. Namun, realisasi pendapatan tersebut masih terkendala oleh minimnya dukungan fasilitas dan sistem pengelolaan yang belum optimal, khususnya dalam pemanfaatan teknologi.
“Ke depan, pintu masuk kawasan Tiga Gili bisa menggunakan sistem berbasis teknologi, seperti e-tol, agar tidak terjadi kebocoran pendapatan. Saat ini masih banyak pintu masuk yang belum terkontrol secara maksimal,” ujarnya.
Ia menegaskan, evaluasi tidak hanya dilakukan pada sektor pariwisata, tetapi juga pada sektor-sektor potensial lainnya di luar pariwisata. DPRD berharap pengelolaan kawasan wisata, khususnya Tiga Gili, dapat dilakukan secara lebih profesional sehingga potensi penerimaan daerah dapat dimaksimalkan.
“Dengan pengelolaan yang baik, ke depan kita bisa berani mematok target PAD yang lebih besar,” kata Hakamah.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) KLU Tri Darma Sudiana membenarkan adanya kenaikan target PAD tahun 2026 tersebut. Ia menyatakan optimistis target yang telah ditetapkan dapat tercapai, bahkan berpeluang melampaui.
“Pada tahun 2025, target PAD yang dikelola Bapenda lebih dari Rp 200 miliar. Realisasinya mencapai lebih dari 120 persen,” ujar Tri Darma.
Capaian tersebut, menurut dia, menjadi modal optimisme pemerintah daerah dalam meningkatkan target PAD pada tahun anggaran berikutnya melalui perbaikan sistem pemungutan dan pengelolaan pendapatan daerah.(AB)

Tinggalkan Balasan