Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara, Tresnahadi.

Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Di tengah fluktuasi nilai tukar mata uang asing, khususnya pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kini berada di kisaran Rp17.000 per dolar AS, pemerintah memastikan harga pupuk bersubsidi untuk petani tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara, Tresnahadi, menegaskan bahwa kebijakan harga pupuk bersubsidi sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Bahkan, berdasarkan keputusan terbaru, harga pupuk bersubsidi pada 2026 justru mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ia mencontohkan, harga pupuk jenis Urea yang sebelumnya berada di kisaran Rp2.300 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp1.800 per kilogram.

“Dari sisi harga memang sudah diturunkan oleh pemerintah pusat. Jadi masalah harga itu adalah kewenangan pemerintah pusat. Namun sampai dengan saat ini, harga eceran di tingkat pengecer tidak mengalami perubahan,” ujar Tresnahadi.

Menurut dia, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak berdampak langsung terhadap harga pupuk bersubsidi yang diterima masyarakat. Hal tersebut karena skema subsidi dan pengaturan harga telah diproteksi pemerintah pusat sehingga tetap terkendali di tingkat petani.

Selain memastikan stabilitas harga, pemerintah daerah juga menjamin ketersediaan pupuk bagi petani di Lombok Utara dalam kondisi aman untuk jangka panjang.

Tresnahadi mengatakan, kepastian tersebut diperoleh setelah pemerintah daerah mengusulkan kebutuhan pupuk melalui sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) kepada pemerintah pusat. Usulan itu telah direspons dengan pemberian alokasi kuota sesuai kebutuhan daerah.

“Untuk ketersediaan pupuk, insyaallah aman. Karena kami sudah mengajukan usulan melalui e-RDKK ke pusat dan kita sudah diberikan alokasi. Alokasi itu sudah aman, artinya akan diberikan sesuai dengan alokasi yang diberikan kepada kita,” katanya.

Dengan adanya kepastian harga yang tetap stabil serta jaminan ketersediaan stok pupuk, para petani diharapkan dapat menjalankan musim tanam dengan lebih tenang tanpa dihantui kekhawatiran lonjakan biaya produksi akibat tekanan ekonomi global.(D)