Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sudirsah Sujanto, S.Pd.B., S.IP menuntaskan kegiatan reses masa sidang II tahun dinas 2026 dengan mengunjungi titik ke-14 di Dusun Gelumpang Geluk, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kamis (5/2/2026).

Reses yang berlangsung sejak 2 hingga 9 Februari 2026 tersebut menjadi sarana bagi Sudirsah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di berbagai wilayah di Kabupaten Lombok Utara.

Meski dijadwalkan hingga 9 Februari, kegiatan reses secara substansial ditutup lebih awal setelah seluruh titik kunjungan selesai dilaksanakan.

Selama masa reses, Sudirsah menjangkau 14 titik lokasi yang tersebar di sejumlah desa dan kecamatan, meliputi Rempek, Samaguna, Tegal Maja, Santong Mulia, Tanjung, Bayan, Gangga, hingga Sokong. Aspirasi yang disampaikan warga beragam, mulai dari pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan, pengadaan sarana banjar dan fasilitas sosial, dukungan untuk kelompok tani, nelayan, dan ternak, hingga pemberdayaan UMKM dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Di Desa Rempek, warga Dusun Telaga Maluku dan Dusun Sejuik mengusulkan pengadaan alat banjar, terop, serta rabat jalan. Aspirasi serupa juga disampaikan masyarakat Dusun Busur dan Sambik Pondokan, yang menekankan kebutuhan infrastruktur dasar dan fasilitas kemasyarakatan.

Sementara itu, warga Desa Samaguna mengusulkan perbaikan jalan Gerenggeng, rehabilitasi bale banjar, perlengkapan banjar, hingga peningkatan harga hasil panen petani. Selain itu, muncul pula permohonan pembangunan jalan Lengkah–Beriri, pemasangan bronjong, serta penyediaan lahan sekolah untuk SDN 6 Samaguna.

Di wilayah Tegal Maja dan Santong Mulia, aspirasi didominasi kebutuhan pengadaan pipa air bersih, penataan lingkungan, pengaspalan jalan penghubung, serta penguatan kelompok pemberdayaan masyarakat. Adapun di Kecamatan Tanjung, warga mengajukan bantuan modal usaha, pembangunan aula, gapura dusun, penerangan jalan lingkungan, serta kelanjutan pembangunan masjid.

Aspirasi sektor kelautan dan peternakan mengemuka di Kecamatan Bayan dan Gangga. Warga Dusun Embar-Embar dan Akar-Akar Utara meminta bantuan alat tangkap nelayan, ternak sapi, traktor roda empat, serta pembangunan talut dan drainase. Di Dusun Lowang Sawaq, Desa Bentek, masyarakat mengusulkan bantuan ternak sapi dan penembokan tempat pemakaman umum (TPU).

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Sudirsah menegaskan bahwa reses merupakan bagian penting dari tugas konstitusional anggota DPRD untuk mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami catat dan perjuangkan dalam rapat DPRD. Masukan dari warga menjadi dasar dalam pembahasan kebijakan bersama pemerintah daerah,” ujar Sudirsah.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi masyarakat agar dapat masuk dalam prioritas pembangunan daerah, khususnya yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi NTB.

“Sebagai wakil rakyat, saya berkewajiban memastikan aspirasi ini tidak berhenti di forum reses, tetapi benar-benar diperjuangkan agar dapat direalisasikan sesuai aturan dan kewenangan,” katanya.

Melalui kegiatan reses tersebut, Sudirsah berharap sinergi antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat guna mendorong pembangunan yang merata dan berkeadilan di Nusa Tenggara Barat.(AB)