Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Pengurus Dayan Gunung Research Center (DRC) melakukan silaturahmi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sahabuddin, pada Rabu (4/2/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Kerja Sekda Kabupaten Lombok Utara dan menjadi ajang perkenalan sekaligus pemaparan program riset yang akan dijalankan DRC di daerah tersebut.

Silaturahmi ini dilakukan sebagai langkah awal DRC untuk mempermaklumkan keberadaan lembaga riset swasta pertama di Lombok Utara serta menjalin komunikasi dan kemitraan dengan pemerintah daerah.

Wakil Direktur DRC, Zulhadi, menjelaskan bahwa DRC merupakan wadah akademis yang dihimpun oleh pemuda-pemuda Lombok Utara yang bergerak di bidang akademisi dan praktisi. Dalam waktu dekat, DRC akan meluncurkan program Kelas Riset yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pemuda, khususnya mahasiswa, dalam bidang penelitian.

“Kami datang dalam rangka silaturahmi sekaligus mempermaklumkan kepada pemerintah daerah terkait kegiatan yang kami lakukan. Dalam waktu dekat, DRC akan membuka Kelas Riset,” ujar Zulhadi.

Zulhadi yang juga merupakan akademisi Universitas 45 Mataram dan tengah bersiap untuk promosi doktoral di bidang Ilmu Pemerintahan itu menuturkan, hingga saat ini Lombok Utara belum memiliki lembaga riset swasta. Oleh karena itu, kehadiran DRC diharapkan dapat mengisi kekosongan tersebut.
Ia menilai Kabupaten Lombok Utara memiliki banyak potensi yang perlu dikaji secara akademik agar pembangunan daerah dapat disusun berdasarkan hasil penelitian yang komprehensif.

“Pengembangan daerah selalu membutuhkan kajian. Yang paling tepat mengkaji Lombok Utara adalah putra-putri Dayan Gunung sendiri. Karena itu, DRC lahir sebagai wadah akademis bagi anak-anak muda Lombok Utara dalam bidang penelitian,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah KLU Sahabuddin menyampaikan apresiasi atas kehadiran DRC di gumi Tioq Tata Tunaq. Menurutnya, peran peneliti sangat penting dalam mendukung akselerasi pembangunan daerah.

“Kajian-kajian akademik mutlak diperlukan dalam pembangunan. Saya berterima kasih kepada saudara-saudara yang telah membangun lembaga riset ini. Ini menunjukkan bahwa Lombok Utara memiliki sumber daya manusia yang unggul di bidang penelitian,” ujar Sahabuddin.

Ia juga menyoroti banyaknya pemuda Lombok Utara yang memiliki kompetensi sebagai akademisi, namun sebagian besar beraktivitas di luar daerah. Kehadiran DRC yang dibangun oleh para peneliti muda dan menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah dinilainya sebagai bentuk pengabdian dan panggilan jiwa untuk tanah kelahiran.

“Saya sangat menghargai langkah teman-teman mendirikan lembaga riset ini. Ini merupakan bentuk pengabdian dan panggilan jiwa. DRC dapat menjadi wadah yang tepat bagi pemuda Lombok Utara sekaligus mitra strategis pemerintah daerah,” katanya.

Ke depan, keberadaan DRC diharapkan mampu mengubah atmosfer kepemudaan di Lombok Utara menjadi lebih kreatif dan inovatif. Diketahui, para peneliti yang tergabung dalam DRC merupakan akademisi muda yang telah memiliki pengalaman mengajar dan meneliti di sejumlah perguruan tinggi ternama di Nusa Tenggara Barat.(AB)