
Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Komisi IV DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Bangsal, Kabupaten Lombok Utara, guna memastikan penataan pelabuhan berjalan dengan baik menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan yang diperkirakan meningkat pada akhir tahun.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB, Sudirsah Sujanto, mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi pelabuhan, termasuk sarana dan prasarana penunjang yang digunakan wisatawan. Menurut dia, penataan Pelabuhan Bangsal menjadi hal penting agar wisatawan merasa nyaman saat berkunjung ke NTB, khususnya ke kawasan wisata Gili.
“Kami dari Komisi IV menginginkan agar para wisatawan merasa nyaman. Karena itu, penataan Pelabuhan Bangsal harus dilakukan dengan baik, termasuk portal dan sarana penunjang lainnya,” ujar Sudirsah di sela-sela sidak, Selasa (30/12/2025).
Sudirsah juga meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB untuk menyusun perencanaan yang matang terkait penataan pelabuhan sebelum dibahas lebih lanjut bersama Komisi IV, khususnya yang berkaitan dengan penganggaran. Menurutnya, perencanaan yang baik akan meminimalkan persoalan di lapangan dan memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran.
Selain penataan fisik, Komisi IV juga menyoroti persoalan aksi koperasi wisata nusantara (wisnuman) menyusul diizinkannya taksi Blue Bird mangkal di dalam area pelabuhan. Untuk sementara waktu, baik taksi maupun wisnuman tidak diperbolehkan masuk dan mangkal di terminal Pelabuhan Bangsal.
“Kami minta agar segera dicarikan solusi terbaik supaya tidak muncul kegaduhan, demonstrasi, atau aksi kembali,” kata Sudirsah.
Ia menambahkan, langkah pembatasan sementara tersebut merupakan upaya untuk meredam potensi konflik di lapangan sambil menunggu rapat yang akan digelar Dinas Perhubungan pada Senin mendatang guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak.
Sudirsah berharap ke depan Pelabuhan Bangsal dapat tertata dengan baik sehingga mampu menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan. Ia juga menilai sektor perhubungan berpotensi menjadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD), mengingat jumlah kunjungan wisatawan pada musim ramai (high season) bisa mencapai sekitar 3.000 orang per hari.
“Jika dikelola dengan baik, Pelabuhan Bangsal tidak hanya mendukung pariwisata, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan PAD,” ujarnya.(AB)

Tinggalkan Balasan