
Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sudirsah Sujanto, melaksanakan kegiatan reses masa sidang II tahun dinas 2026 di Dusun Karang Langu, Desa Tanjung, Lombok Utara, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat desa.
Reses yang berlangsung pada 2–9 Februari 2026 tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Tanjung, Budiawan, S.H., serta sejumlah tokoh masyarakat, mulai dari Kepala Dusun, penghulu, pengurus masjid, hingga kiai. Warga tampak antusias menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan.
Sudirsah menegaskan bahwa reses merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Menurutnya, masukan dari warga akan menjadi dasar dalam pembahasan kebijakan di DPRD bersama pemerintah daerah.
“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami catat dan perjuangkan dalam rapat DPRD,” ujar Sudirsah.
Ia menambahkan, pembangunan yang tepat sasaran harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat di lapangan, terutama di wilayah pedesaan.
Dalam pertemuan tersebut, Sudirsah juga menyoroti keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Ia menilai sinergi antara pemerintah desa dan DPRD sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
“Dengan keterbatasan anggaran desa, dukungan dari tingkat kabupaten dan provinsi menjadi sangat penting,” kata Sudirsah.
Kepala Desa Tanjung, Budiawan, S.H., menyambut baik komitmen tersebut dan berharap kolaborasi yang terbangun dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam sesi dialog, warga Karang Langu menyampaikan sejumlah usulan pembangunan. Di antaranya rabat jalan, gapura dusun, pembangunan aula, pengadaan peralatan banjar, serta penerangan jalan lingkungan yang dinilai penting untuk keamanan warga pada malam hari.
Aspirasi tersebut disampaikan secara terbuka dan disambut positif oleh Sudirsah.
Menanggapi aspirasi warga, Sudirsah mengungkapkan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta. Dana tersebut direncanakan untuk penataan lingkungan di sekitar balai dusun dan Posyandu di Dusun Karang Langu.
Selain itu, Sudirsah juga berencana meluncurkan program penerangan jalan di dusun-dusun wilayah Lombok Utara. Program ini bertujuan meningkatkan keamanan lingkungan, sekaligus menekan angka kecelakaan dan potensi kriminalitas.
“Penerangan jalan sangat berpengaruh terhadap rasa aman masyarakat,” ujarnya.
Sudirsah menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi masyarakat agar dapat masuk dalam prioritas pembangunan daerah sesuai kewenangan pemerintah provinsi.
Reses di Dusun Karang Langu menjadi bukti bahwa dialog antara masyarakat dan wakil rakyat tetap menjadi fondasi penting dalam perencanaan pembangunan daerah.(AB)








Tinggalkan Balasan