Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Tanoto Foundation melalui Yayasan Cipta menggelar Lokalatih Penguatan Kapasitas Tim Percepatan, Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) lintas organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Lombok Utara.
Pelatihan ini berlangsung di Aula Dinas Kesehatan dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., Jumat (5/12/2025).
Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan dr. H. L. Bahrudin, M.Kes., Kepala Dinas Kominfo Haerul Anwar, S.Kom., camat se-Lombok Utara, serta sejumlah undangan lainnya.
Lokalatih tersebut merupakan tindak lanjut dari capaian program pendampingan Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta yang telah berjalan sejak 2021 di Lombok Utara.
Pendampingan teknis itu diarahkan untuk mendukung percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting di daerah.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Kusmalahadi menyampaikan bahwa penurunan stunting di Lombok Utara menunjukkan progres signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, daerah itu masih menjadi salah satu wilayah dengan angka stunting tertinggi di Provinsi NTB.
“Pemerintah daerah masih menghadapi tantangan di beberapa kecamatan dengan angka stunting di atas rata-rata kabupaten. Selain itu, perbedaan data antara SSGI/SKI dan E-PPGBM masih menjadi pekerjaan rumah,” ujarnya.
Kusmalahadi menuturkan Lombok Utara telah mendapatkan sejumlah capaian penting sejak menerima pendampingan Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta. Di antaranya terbentuknya strategi komunikasi perubahan perilaku, modul dan buku saku KPP untuk tokoh agama dan adat, serta materi pendukung lainnya.
Tahun 2025–2028, kata dia, menjadi fase baru penanganan stunting di Lombok Utara yang disebut sebagai Stunting 2.0, dengan fokus intervensi di tiga desa prioritas: Gumantar, Sambik Bangkol, dan Pemenang Timur.
“Tahap ini menuntut seluruh OPD memahami juknis 2024 agar sistem kerja 2025–2028 berjalan maksimal. Lokalatih bukan hanya ruang belajar teknis, tetapi arena konsolidasi dan penajaman arah,” ucapnya.
Ia berharap kolaborasi lintas pihak dapat menghadirkan hasil nyata dalam upaya menurunkan angka stunting.
Sebelumnya, District Officer Yayasan Cipta, Abdul Gafur menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk komitmen untuk mempercepat penurunan stunting melalui pendampingan program sejak 2021 di kabupaten/kota prioritas. Program ini menitikberatkan pada penguatan komunikasi perubahan perilaku dan konvergensi program pusat, daerah, dan desa sesuai Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (Stranas Stunting).
Menurut Abdul Gafur, Lombok Utara menunjukkan progres positif setiap tahun, menandakan kesiapan daerah memperkuat upaya penanggulangan stunting secara berkelanjutan. Ia juga mengungkapkan bahwa hasil koordinasi dengan Bappeda dan DP2KBPMD menunjukkan pengisian data Web Bangda telah mencapai 80 persen.
“Secara umum, pengisian Web Bangda masih membutuhkan pendampingan karena ada proses adaptasi dengan petunjuk teknis aksi konvergensi Tahun 2024,” katanya.
Lokalatih tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas TP3S dan OPD dalam pelaksanaan aksi konvergensi, mengidentifikasi pembelajaran dari program sebelumnya, serta menyusun rencana tindak lanjut untuk perbaikan pelaksanaan ke depan.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan memperkuat pemahaman peserta mengenai perubahan penting dalam juknis terbaru, terutama penguatan manajemen data stunting dan koordinasi antar-OPD.
Materi lokalatih disampaikan oleh Sekretaris TPPS Bappeda Provinsi NTB, Denny Apriyanto, S.Gz., M.Gizi., yang hadir sebagai narasumber utama.
Melalui forum ini, pemerintah daerah bersama lembaga pendamping berharap percepatan penurunan stunting di Lombok Utara dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.(Doel)








Tinggalkan Balasan