Gerung, Mediajurnalindonesia.id – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat mendapat perhatian langsung dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, Hj. Haenur Jannah, S.H., turun langsung melakukan monitoring pelaksanaan TKA di MAN Lombok Barat, Senin (26/10/2026).
Kunjungan monitoring tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan asesmen berjalan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan. Selain memantau kesiapan teknis, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melihat secara langsung kesiapan madrasah dalam menyelenggarakan TKA, mulai dari perangkat pendukung hingga mekanisme pengawasan.
Kedatangan Hj. Haenur Jannah disambut Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd. Keduanya kemudian melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan tes yang diikuti ratusan peserta didik MAN Lombok Barat.
Dalam monitoring tersebut, perhatian diarahkan pada kelancaran proses pelaksanaan, kesiapan sarana dan prasarana, serta fungsi perangkat yang digunakan selama tes berlangsung. Hal ini penting mengingat TKA merupakan salah satu bentuk evaluasi kemampuan akademik peserta didik yang pelaksanaannya membutuhkan kesiapan matang, baik dari sisi penyelenggara maupun infrastruktur pendukung.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa pelaksanaan TKA di MAN Lombok Barat berjalan dengan baik. Seluruh perangkat pendukung yang digunakan dalam kegiatan tersebut berfungsi sesuai dengan harapan. Kondisi ini menjadi indikator positif atas kesiapan madrasah dalam melaksanakan asesmen secara tertib dan sesuai ketentuan.
Apresiasi atas Kesiapan Madrasah
Hj. Haenur Jannah menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan TKA di MAN Lombok Barat. Berdasarkan hasil monitoring secara langsung, pelaksanaan tes dinilai telah berjalan sesuai dengan juknis yang berlaku.
“Alhamdulillah, pelaksanaan TKA di MAN Lombok Barat berjalan sesuai dengan juknis TKA. Semua perangkat berfungsi sesuai harapan,” ungkap Hj. Haenur Jannah saat menyampaikan hasil pemantauannya.
Pernyataan tersebut menjadi kabar baik bagi pihak madrasah, khususnya dalam memastikan peserta didik dapat mengikuti tes dengan nyaman dan proses asesmen berlangsung tanpa kendala teknis yang berarti.
Kesiapan perangkat menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan TKA. Perangkat yang berfungsi dengan baik memungkinkan peserta mengerjakan tes sesuai jadwal, sekaligus membantu panitia menjaga kelancaran setiap tahapan kegiatan.
Monitoring dari Seksi Pendidikan Madrasah juga memperlihatkan pentingnya koordinasi antara satuan pendidikan dan Kantor Kementerian Agama dalam mengawal pelaksanaan program evaluasi pendidikan. Melalui pemantauan langsung, berbagai aspek penyelenggaraan dapat diperiksa secara faktual sehingga pelaksanaan kegiatan tidak hanya mengacu pada perencanaan, tetapi juga memenuhi ketentuan dalam praktiknya.
Bagi MAN Lombok Barat, hasil monitoring tersebut menjadi bentuk evaluasi sekaligus motivasi untuk terus menjaga kualitas penyelenggaraan asesmen. Keberhasilan pelaksanaan TKA tidak hanya ditentukan oleh kesiapan perangkat, tetapi juga oleh kedisiplinan panitia, ketertiban peserta, kesiapan pengawas, serta kepatuhan terhadap prosedur yang telah ditetapkan.
Kehadiran Kasi Penmad di lokasi pelaksanaan juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan dari Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat terhadap penyelenggaraan pendidikan di madrasah.
Sebanyak 212 Siswa Ikuti TKA
MAN Lombok Barat menyiapkan pelaksanaan TKA bagi sebanyak 212 peserta didik. Mengingat jumlah peserta yang harus dilayani, pelaksanaan tes dibagi ke dalam dua gelombang agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan secara teratur sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Gelombang pertama berlangsung pada 26–29 Oktober 2026. Sementara itu, gelombang kedua dijadwalkan pada 2–5 November 2026.
Pembagian gelombang tersebut menjadi bagian dari pengaturan teknis pelaksanaan TKA di madrasah. Dengan pengelompokan peserta berdasarkan jadwal, panitia dapat mengoptimalkan pemanfaatan ruang dan perangkat yang tersedia, sekaligus menjaga agar pelaksanaan tes berlangsung tertib.
Pada gelombang pertama, kegiatan dimulai Senin, 26 Oktober 2026. Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pihak madrasah untuk memastikan bahwa seluruh persiapan yang dilakukan sebelumnya dapat diterapkan dengan baik saat tes berlangsung.
Sementara itu, peserta yang terjadwal pada gelombang kedua akan mengikuti tes pada 2–5 November mendatang. Pihak madrasah diharapkan tetap mempertahankan kesiapan dan konsistensi pelayanan hingga seluruh rangkaian TKA selesai dilaksanakan.
Dengan jumlah peserta mencapai 212 orang, koordinasi antara kepala madrasah, panitia, pengawas, dan unsur teknis menjadi faktor yang tidak dapat dipisahkan. Setiap unsur memiliki tanggung jawab untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai prosedur, sehingga peserta dapat berkonsentrasi mengerjakan tes tanpa terganggu persoalan teknis maupun administratif.
Kesiapan yang ditunjukkan pada pelaksanaan gelombang pertama menjadi modal penting untuk menjaga kelancaran gelombang berikutnya. Evaluasi selama kegiatan berlangsung juga dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi kemungkinan kendala, sekaligus mempertahankan standar pelaksanaan yang telah ditetapkan.
Terapkan Pengawasan Silang Penuh
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan TKA di MAN Lombok Barat adalah penerapan sistem pengawasan silang penuh. Dalam skema ini, pengawas yang bertugas bukan berasal dari madrasah penyelenggara sendiri, melainkan dari satuan pendidikan lain.
Pengawas TKA untuk MAN Lombok Barat berasal dari Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Plus Asshohwah Al Islamiyah.
Penerapan pengawasan silang penuh merupakan bagian penting dalam menjaga objektivitas dan integritas pelaksanaan asesmen. Kehadiran pengawas dari madrasah lain diharapkan dapat memperkuat prinsip profesionalitas, independensi, serta kepatuhan terhadap tata tertib yang berlaku.
Pengawasan yang baik bukan semata-mata bertujuan memastikan peserta mengerjakan soal sesuai aturan. Lebih dari itu, pengawasan menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan terhadap proses evaluasi pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, pengawas memiliki peran untuk memastikan peserta mengikuti prosedur yang berlaku, menjaga ketertiban ruang tes, serta melaksanakan tugas sesuai ketentuan. Di sisi lain, panitia madrasah bertanggung jawab mendukung kebutuhan teknis dan administratif agar pengawas dapat menjalankan tugasnya secara optimal.
Kolaborasi antara MAN Lombok Barat dan MAS Plus Asshohwah Al Islamiyah melalui penugasan pengawas silang ini menunjukkan pentingnya kerja sama antarmadrasah dalam mendukung pelaksanaan asesmen yang tertib dan berintegritas.
Sistem tersebut sekaligus memperkuat budaya profesionalitas di lingkungan pendidikan madrasah. Setiap pihak dituntut menjalankan perannya secara bertanggung jawab, menjaga objektivitas, serta mengedepankan kepentingan peserta didik dan mutu penyelenggaraan pendidikan.
Dengan dukungan pengawasan silang penuh, pelaksanaan TKA di MAN Lombok Barat diharapkan berlangsung sesuai prinsip yang telah ditetapkan, mulai dari kepatuhan terhadap prosedur hingga terjaganya ketertiban selama tes berlangsung.
Kepala Madrasah Pastikan Kesiapan Pelaksanaan
Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., mendampingi langsung Kasi Penmad Kemenag Lombok Barat dalam kegiatan monitoring tersebut. Pendampingan ini menjadi bentuk komitmen pimpinan madrasah dalam memastikan seluruh rangkaian TKA berjalan sesuai perencanaan.
Bagi pihak madrasah, pelaksanaan TKA merupakan kegiatan yang membutuhkan koordinasi menyeluruh. Persiapan tidak hanya berkaitan dengan perangkat dan ruangan, tetapi juga menyangkut pembagian tugas panitia, penjadwalan peserta, kesiapan pengawas, serta kepatuhan terhadap petunjuk teknis.
Kehadiran kepala madrasah dalam monitoring menunjukkan bahwa pelaksanaan TKA menjadi salah satu agenda penting yang perlu dikawal secara langsung. Dengan demikian, apabila ditemukan hal-hal yang membutuhkan perhatian, pihak madrasah dapat segera melakukan koordinasi dan mengambil langkah yang diperlukan sesuai kewenangan.
Hasil monitoring yang menunjukkan seluruh perangkat berfungsi sesuai harapan menjadi gambaran positif atas persiapan yang telah dilakukan. Kondisi ini juga memperlihatkan pentingnya perencanaan yang matang sebelum pelaksanaan kegiatan, terutama ketika asesmen melibatkan peserta dalam jumlah besar dan dilaksanakan melalui beberapa gelombang.
Ke depan, konsistensi dalam menjaga kesiapan teknis dan ketertiban pelaksanaan tetap diperlukan hingga gelombang kedua berakhir pada 5 November 2026.
Bagi MAN Lombok Barat, keberhasilan pelaksanaan TKA bukan hanya tentang menyelesaikan tes sesuai jadwal. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya evaluasi yang tertib, objektif, dan bertanggung jawab di lingkungan madrasah.
Menjaga Mutu dan Integritas Asesmen
Pelaksanaan TKA memiliki arti penting dalam mendukung evaluasi kemampuan akademik peserta didik. Karena itu, setiap tahapan penyelenggaraannya perlu dilaksanakan secara cermat, mulai dari persiapan hingga penyelesaian seluruh rangkaian tes.
Monitoring yang dilakukan Kasi Penmad Kemenag Lombok Barat menjadi salah satu bentuk pengawasan untuk memastikan pelaksanaan di tingkat satuan pendidikan berjalan sesuai ketentuan. Langkah tersebut juga memberikan ruang bagi pihak madrasah untuk memperoleh evaluasi langsung mengenai kesiapan dan pelaksanaan kegiatan.
Dukungan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat diharapkan dapat mendorong madrasah agar terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Sementara itu, kesiapan internal madrasah menjadi fondasi penting dalam memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan mengikuti asesmen sesuai jadwal dan prosedur.
Dengan jumlah peserta sebanyak 212 orang, pembagian dua gelombang, serta penerapan pengawasan silang penuh dari MAS Plus Asshohwah Al Islamiyah, MAN Lombok Barat berupaya menjaga kelancaran dan integritas pelaksanaan TKA.
Apresiasi yang disampaikan Hj. Haenur Jannah atas kesesuaian pelaksanaan dengan juknis dan berfungsinya seluruh perangkat menjadi dorongan bagi seluruh unsur yang terlibat untuk mempertahankan kualitas tersebut sampai kegiatan berakhir.
Pada akhirnya, keberhasilan penyelenggaraan TKA merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara Kantor Kementerian Agama, pimpinan madrasah, panitia, pengawas, dan peserta didik menjadi kunci untuk mewujudkan pelaksanaan asesmen yang tertib dan sesuai ketentuan.
Melalui monitoring langsung ini, MAN Lombok Barat diharapkan dapat terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, profesional, dan berintegritas. Pelaksanaan TKA yang berjalan sesuai juknis menjadi langkah positif dalam mendukung evaluasi pendidikan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan madrasah.
MAN Lombok Barat terus berkomitmen menjaga mutu layanan pendidikan melalui pelaksanaan asesmen yang tertib, kesiapan sarana pendukung, serta pengawasan yang profesional dan bertanggung jawab.(Ramli Mji)

Tinggalkan Balasan