Sumbawa Barat.Mediajurnalindonesia.id — Joni Rahman terpilih sebagai Kepala Desa Lamuntet periode 2026–2034 setelah memperoleh suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Lamuntet. Ia meraih 547 suara, unggul atas pesaingnya, Sagaf Ilyas, yang memperoleh 265 suara.

Berdasarkan data pemilihan, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Desa Lamuntet tercatat sebanyak 903 pemilih. Dari jumlah tersebut, sebanyak 812 orang menggunakan hak pilihnya.

Kemenangan tersebut menjadi amanah bagi Joni Rahman untuk memimpin pemerintahan desa selama delapan tahun ke depan, sekaligus merealisasikan visi, misi, dan program pembangunan yang berorientasi pada kemajuan serta kesejahteraan masyarakat.

Usai memperoleh suara terbanyak, Joni menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.

“Alhamdulillah, saya bersyukur atas kepercayaan yang diberikan masyarakat Desa Lamuntet. Ini merupakan amanah dan tanggung jawab besar bagi saya untuk membawa desa menuju kemajuan yang lebih baik,” ungkap Joni kepada media rabu (28/10/26).

Ia menegaskan, kemenangan dalam Pilkades bukan semata-mata kemenangan dirinya maupun tim pemenangan, melainkan kemenangan seluruh masyarakat Desa Lamuntet.

Karena itu, Joni mengajak seluruh warga untuk mengakhiri perbedaan pilihan politik setelah kompetisi Pilkades selesai. Menurutnya, persatuan dan kebersamaan menjadi modal utama dalam membangun desa.

“Terima kasih atas amanah luar biasa ini. Mari kita bersama-sama membangun desa kita tercinta agar lebih baik ke depannya,” tuturnya.

Delapan Misi Pembangunan Desa

Dalam menjalankan pemerintahan, Joni Rahman mengusung visi mewujudkan Desa Lamuntet yang maju, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing melalui pemerintahan yang amanah, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta pembangunan berkelanjutan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, terdapat delapan misi utama yang menjadi arah pembangunan Desa Lamuntet.

Pertama, mewujudkan pemerintahan yang amanah, transparan, dan memberikan pelayanan publik yang mudah diakses masyarakat. Kedua, meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, dan sumber daya manusia.

Ketiga, mengembangkan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, terutama sektor pertanian, peternakan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Keempat, memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian desa.

Kelima, meningkatkan infrastruktur, konektivitas, dan kualitas lingkungan. Keenam, membangun desa yang inklusif dengan memberikan perhatian kepada perempuan, anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, dan keluarga rentan.

Ketujuh, mengembangkan potensi pemuda, olahraga, seni, budaya, serta pariwisata. Kedelapan, memperkuat gotong royong, persatuan, dan keamanan lingkungan.

Joni menempatkan transparansi pengelolaan APBDes, percepatan pelayanan administrasi, penguatan Posyandu, pencegahan stunting, dukungan pendidikan, serta pengembangan ekonomi masyarakat sebagai bagian penting dari agenda pembangunan desa.

15 Program Unggulan Desa Lamuntet

Untuk menerjemahkan visi dan misi ke dalam langkah konkret, Joni Rahman menyiapkan 15 program unggulan yang mencakup pelayanan publik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi, hingga pembangunan berkelanjutan.

Program tersebut meliputi:

1. Lamuntet Melayani, untuk mewujudkan pelayanan administrasi yang cepat, transparan, ramah, dan mudah dipantau.
2. Data Lamuntet Satu Pintu, melalui pemutakhiran data penduduk, kemiskinan, kesehatan, pendidikan, usaha, dan kelompok rentan.
3. Lamuntet Sehat, dengan penguatan Posyandu, kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, sanitasi, serta pencegahan stunting.
4. Lamuntet Cerdas, melalui pengembangan literasi, rumah belajar, dukungan pendidikan, dan keterampilan digital.
5. Lamuntet Produktif, melalui pelatihan usaha, pengembangan UMKM, pengolahan hasil produksi, dan pemasaran.
6. BUMDes Lamuntet Maju, dengan mengembangkan unit usaha berdasarkan potensi desa dan studi kelayakan.
7. Lamuntet Tangguh Pangan, melalui pemanfaatan pekarangan, kebun desa, pengembangan pertanian, peternakan, dan pangan lokal.
8. Jalan Usaha Rakyat, dengan memprioritaskan pemeliharaan dan perbaikan akses produksi serta jalan usaha tani sesuai kemampuan anggaran.
9. Air Bersih dan Sanitasi, untuk meningkatkan akses air bersih, sanitasi, dan perilaku hidup bersih.
10. Lamuntet Hijau, melalui pengelolaan sampah, penghijauan, dan perlindungan sumber air.
11. Perempuan Berdaya, dengan pelatihan keterampilan dan penguatan usaha kelompok perempuan.
12. Pemuda Berkarya, melalui pembinaan olahraga, keterampilan kerja, kreativitas, dan literasi digital.
13. Lamuntet Berbudaya, untuk melestarikan seni, budaya, dan kegiatan sosial masyarakat.
14. Lamuntet Ramah Kelompok Rentan, dengan memberikan perhatian kepada anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga rentan.
15. Desa Terbuka, melalui publikasi rencana, anggaran, pelaksanaan, dan hasil pembangunan secara berkala.

Melalui program tersebut, pembangunan Desa Lamuntet diarahkan agar tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan, pemberdayaan ekonomi, penguatan kapasitas masyarakat, dan pemerataan manfaat pembangunan.

Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga menjadi salah satu instrumen untuk mendorong kemandirian ekonomi. Pengelolaannya direncanakan berbasis potensi lokal dan kajian kelayakan agar unit usaha yang dibangun memiliki prospek pasar serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, transparansi anggaran dan keterbukaan informasi diharapkan dapat memperkuat partisipasi warga dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan desa.

Joni Rahman berharap seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam mewujudkan visi pembangunan tersebut. Ia menilai, keberhasilan program desa tidak hanya bergantung pada pemerintah desa, tetapi juga membutuhkan dukungan, partisipasi, dan semangat gotong royong seluruh warga.

Dengan semangat kebersamaan, Desa Lamuntet diharapkan mampu berkembang menjadi desa yang lebih maju, mandiri, sejahtera, dan bermartabat pada periode kepemimpinan 2026–2034.(*)