Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id– Prestasi siswa madrasah di Kabupaten Lombok Barat kembali mendapat perhatian. Sebanyak 33 siswa-siswi peraih prestasi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) yang akan mewakili Kabupaten Lombok Barat pada ajang OMI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat penghargaan berupa sertifikat dan uang pembinaan.
Pemberian reward tersebut merupakan bentuk apresiasi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat yang berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Lombok Barat terhadap para siswa yang telah mengukir prestasi sekaligus akan membawa nama Lombok Barat pada kompetisi tingkat provinsi. Kuripan, 1/10/2026
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebanggaan dan motivasi. Para siswa penerima reward hadir bersama para kepala madrasah, guru pembina, serta jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat.
Mereka merupakan para juara OMI dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, MI, MTs hingga MA, yang selanjutnya akan menjadi bagian dari delegasi Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat pada OMI Tingkat Provinsi NTB.
Ajang OMI Tingkat Provinsi NTB sendiri dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Oktober 2026. Para siswa yang mendapatkan reward tersebut diharapkan mampu mempersiapkan diri secara maksimal sehingga dapat memberikan hasil terbaik pada kompetisi tingkat provinsi, bahkan berlanjut hingga tingkat nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat H. Muliadi, M.Pd.I., Ketua BAZNAS Lombok Barat, Kasubag Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, Pengawas Madrasah, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), para kepala madrasah yang siswanya berhasil menjadi juara, guru pembina, serta para siswa peraih prestasi OMI.
Apresiasi untuk Prestasi Siswa Madrasah
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, H. Muliadi, M.Pd.I., menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa madrasah yang berhasil meraih prestasi pada OMI dan melaju ke tingkat Provinsi NTB.
Menurutnya, prestasi tersebut tidak lahir secara instan. Ada proses panjang yang melibatkan kerja keras siswa, dukungan guru pembina, kepala madrasah, orang tua, serta seluruh pihak yang memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi peserta didik.
H. Muliadi juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Lombok Barat yang telah berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat dalam memberikan reward kepada para siswa berprestasi.
“Kami sangat bangga dengan prestasi anak-anak kita. Terima kasih kepada BAZNAS Lombok Barat atas partisipasinya dalam pemberian reward ini. Mudah-mudahan penghargaan ini menjadi motivasi bagi anak-anak kita untuk terus berprestasi,” ujar H. Muliadi.
Ia berharap para siswa yang akan menjadi delegasi Kabupaten Lombok Barat mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya ketika berlaga pada OMI Tingkat Provinsi NTB.
“Kami berharap perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat dapat menjadi juara di tingkat provinsi dan mudah-mudahan bisa melanjutkan perjuangan hingga tingkat nasional,” lanjutnya.
Menurut H. Muliadi, pemberian penghargaan bukan semata-mata dilihat dari nilai materi yang diberikan. Lebih dari itu, reward tersebut merupakan bentuk perhatian dan penghargaan terhadap proses perjuangan siswa dalam mengembangkan potensi akademiknya.
Penghargaan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan motivasi bagi siswa lain di lingkungan madrasah agar berani berkompetisi, mengembangkan bakat, dan membawa nama baik madrasah serta daerah.
33 Siswa Siap Bawa Nama Lombok Barat
Sebanyak 33 siswa yang menerima reward menjadi bagian penting dari delegasi Lombok Barat untuk OMI Tingkat Provinsi NTB. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan madrasah dengan bidang kompetisi yang beragam.
Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa madrasah di Lombok Barat memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi berprestasi. Kompetisi tidak hanya menjadi ajang untuk mencari juara, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan berpikir, memperluas wawasan, membangun kepercayaan diri, serta belajar berkompetisi secara sehat.
Dari jajaran madrasah aliyah, MAN Lombok Barat turut menyumbangkan dua siswa yang berhasil melaju ke tingkat provinsi.
Keduanya adalah Nayla Intan Zamanika, peserta bidang Biologi, dan Syekhana Abdi Sabda, peserta bidang Geografi.
Keduanya akan menjadi bagian dari delegasi Kabupaten Lombok Barat yang berlaga pada OMI Tingkat Provinsi NTB pada 5–6 Oktober 2026.
Dalam persiapannya, Nayla mendapatkan pendampingan dari Pembina Biologi MAN Lombok Barat, Baiq Widya Astuti, S.Pd. Sementara Syekhana mendapatkan pendampingan dari Pembina Geografi, Muhammad Muzakki, S.Pd.
Kedua siswa tersebut hadir dalam kegiatan pemberian reward bersama Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd. serta para pembina masing-masing bidang.
MAN Lombok Barat Dorong Siswa Tampil Maksimal
Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat dan BAZNAS Lombok Barat kepada para siswa berprestasi.
Menurutnya, reward tersebut memiliki makna penting bagi siswa karena menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan yang telah mereka lalui sekaligus memberikan tambahan motivasi menjelang kompetisi tingkat provinsi.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat bersama BAZNAS Lombok Barat yang telah memberikan penghargaan kepada anak-anak kita. Ini tentu menjadi motivasi yang sangat berarti bagi mereka untuk terus berprestasi,” kata H. Kemas Burhan.
Ia mengatakan, keberhasilan Nayla dan Syekhana menembus OMI Tingkat Provinsi NTB merupakan kebanggaan tersendiri bagi MAN Lombok Barat. Namun, menurutnya, perjuangan keduanya belum selesai.
“Kami berharap Nayla dan Syekhana dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Persiapkan diri, jaga kesehatan, tetap percaya diri, dan tampilkan kemampuan terbaik. Yang paling penting adalah berjuang secara maksimal dan membawa nama baik MAN Lombok Barat serta Kabupaten Lombok Barat,” ujarnya.
H. Kemas juga memberikan apresiasi kepada para guru pembina yang telah mendampingi siswa melalui proses pembinaan. Menurutnya, prestasi siswa merupakan hasil kolaborasi antara siswa, guru, madrasah, orang tua, dan berbagai pihak yang memberikan dukungan.
Reward Jadi Energi Tambahan
Pemberian sertifikat dan uang pembinaan kepada 33 siswa tersebut menjadi salah satu bentuk nyata perhatian terhadap prestasi peserta didik madrasah di Lombok Barat.
Kolaborasi Kementerian Agama dan BAZNAS Lombok Barat dalam pemberian reward juga memberikan pesan bahwa prestasi pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan terhadap siswa tidak hanya diberikan dalam bentuk pembinaan akademik, tetapi juga melalui penghargaan yang dapat menumbuhkan semangat mereka untuk terus berkembang.
Bagi para siswa, reward tersebut menjadi energi tambahan sebelum memasuki kompetisi yang lebih tinggi.
Terlebih, OMI Tingkat Provinsi NTB akan mempertemukan para siswa berprestasi dari berbagai kabupaten/kota. Persaingan tentu akan semakin kompetitif. Karena itu, persiapan mental, penguasaan materi, ketelitian, serta kemampuan mengelola waktu menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
Bagi Lombok Barat, keberangkatan 33 siswa menuju ajang tingkat provinsi bukan hanya tentang mengejar medali atau gelar juara. Mereka membawa identitas madrasah dan daerah yang harus dijaga melalui sikap, kedisiplinan, sportivitas, dan semangat belajar.
Para kepala madrasah dan guru pembina pun memiliki peran penting untuk memastikan para peserta tetap mendapatkan pendampingan hingga pelaksanaan lomba.
Menatap OMI Provinsi dengan Optimisme
Dengan pemberian reward tersebut, seluruh siswa yang akan bertanding di tingkat provinsi mendapatkan tambahan motivasi untuk menghadapi kompetisi.
Dukungan dari Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, BAZNAS, kepala madrasah, guru pembina, orang tua, dan lingkungan pendidikan menjadi modal penting bagi para peserta.
Khusus bagi MAN Lombok Barat, keberadaan Nayla Intan Zamanika di bidang Biologi dan Syekhana Abdi Sabda di bidang Geografi menjadi bagian dari upaya madrasah untuk terus memperkuat budaya prestasi.
Pembinaan yang dilakukan tidak berhenti setelah siswa meraih juara di tingkat kabupaten. Sebaliknya, capaian tersebut menjadi pijakan untuk menghadapi tantangan berikutnya di tingkat provinsi.
Pada 5–6 Oktober 2026 mendatang, perhatian masyarakat pendidikan Lombok Barat akan tertuju kepada para siswa yang membawa nama daerah pada OMI Tingkat Provinsi NTB.
Tiga puluh tiga siswa tersebut kini bukan lagi hanya membawa nama madrasah masing-masing. Mereka membawa harapan dan semangat Kabupaten Lombok Barat untuk menunjukkan bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang unggul, berprestasi, dan siap berkompetisi.
Dari ruang-ruang kelas dan laboratorium madrasah, mereka ditempa. Dari tangan para guru pembina, potensi mereka diasah. Kini, saatnya 33 siswa terbaik Lombok Barat menunjukkan kemampuan mereka di panggung OMI tingkat Provinsi NTB.
Bagi Nayla dan Syekhana, langkah menuju provinsi juga menjadi kesempatan untuk membuktikan hasil pembinaan yang selama ini dilakukan di MAN Lombok Barat. Dukungan kepala madrasah dan para pembina menjadi bekal penting untuk menghadapi kompetisi.
Semangat yang sama diharapkan tumbuh pada seluruh peserta delegasi Lombok Barat.
Selamat berjuang. Bawa nama baik madrasah, Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, dan daerah dengan prestasi, sportivitas, serta semangat belajar. (Ramli Mji)

Tinggalkan Balasan