Sumbawa Barat,Mediajurnalindonesia.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus memperkuat sistem keamanan informasi dan ketahanan siber melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Tanggap Insiden Siber Kabupaten Sumbawa Barat Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) aparatur pemerintah agar mampu menghadapi berbagai ancaman keamanan siber di era transformasi digital.

Bimtek yang berlangsung selama dua hari, 22–23 Juli 2026, di Ruang Rapat Gili Kenawa, Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat. Turut mendampingi dalam pembukaan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumbawa Barat, Dedy Damhudy, S.P., M.Si, serta Kepala Bidang Statistik dan Persandian, Titin Yuliana, S.STP., M.Ec.Dev.

Hadir sebagai narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Ibnu Try Rosadi, S.Tr.TP., M.Stat., Sandiman Ahli Muda, didampingi Farid Akram, S.Tr.Kom., Sandiman Ahli Pertama, yang memberikan pembekalan teknis kepada peserta mengenai tata kelola keamanan siber dan penanganan insiden sesuai standar nasional.

Arahan dan Pengantar oleh Kepala Bidang Statistik dan Persandian Titin Yuliana, S.STP., M.Ec.Dev. Ia memaparkan bahwa Tim KSB-CSIRT yang telah dikukuhkan BSSN sejak Oktober 2025 kini diperkuat dengan unsur operasional “24 Jam”. Hal ini krusial mengingat serangan siber tidak mengenal waktu kerja dan dapat menyasar server, aplikasi, serta website Pemda kapan saja.

Oleh karena itu, koordinasi intensif antar-agen CSIRT di setiap OPD pemilik aplikasi aktif mutlak diperlukan guna memantau website masingmasing dan mendeteksi potensi ancaman secara cepat.

Selain itu, ditekankan pula pentingnya sinergi dengan APH (Polri, Kejaksaan, Kodim) dalam penegakan hukum siber, serta perluasan literasi keamanan informasi bagi generasi muda (pelajar).

Dalam sambutannya, Asisten Administrasi Umum menegaskan bahwa keamanan siber telah menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik. Seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan pemerintahan, risiko terhadap ancaman siber juga semakin kompleks sehingga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang kompeten dan sistem yang tangguh.

“Bimbingan teknis ini merupakan investasi penting dalam membangun budaya keamanan informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Seluruh perangkat daerah harus memiliki pemahaman yang sama mengenai langkah-langkah pencegahan dan penanganan insiden siber agar layanan publik tetap berjalan dengan aman dan andal,” ujarnya.

Selama pelaksanaan bimtek, peserta memperoleh berbagai materi yang meliputi tata kelola keamanan siber, peran dan fungsi Computer Security Incident Response Team (CSIRT), identifikasi dan klasifikasi insiden siber, prosedur pelaporan serta penanganan insiden, koordinasi antarperangkat daerah, manajemen risiko keamanan informasi, hingga pengamanan aset informasi pemerintah.

Selain materi teoritis, peserta juga mengikuti simulasi incident handling yang mencakup tahapan persiapan, identifikasi, containment, eradikasi, pemulihan (recovery), hingga evaluasi pascainsiden. Simulasi tersebut dirancang agar peserta memiliki pengalaman praktis dalam menghadapi berbagai skenario ancaman siber yang berpotensi mengganggu sistem pemerintahan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumbawa Barat, Dedy Damhudy, mengatakan bahwa peningkatan kapasitas Tim Tanggap Insiden Siber merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan tim yang memiliki kompetensi teknis dan kemampuan koordinasi yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan layanan digital pemerintah, sekaligus melindungi data dan informasi strategis milik daerah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota Tim Tanggap Insiden Siber Kabupaten Sumbawa Barat mampu menerapkan prosedur penanganan insiden sesuai standar dan praktik terbaik, sehingga dapat meningkatkan ketahanan siber pemerintah daerah, melindungi data serta layanan publik, dan meminimalkan dampak gangguan terhadap penyelenggaraan pemerintahan berbasis digital.

Pelaksanaan Bimtek ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas CSIRT Pemerintah Daerah yang terus didorong oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Dengan semakin meningkatnya kemampuan aparatur dalam menghadapi ancaman siber, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat optimistis mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan digital yang lebih aman, terpercaya, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.(*)