
Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Cuaca ekstrem yang melanda perairan Kabupaten Lombok Utara, Lombok Utara, dalam beberapa waktu terakhir memaksa ratusan nelayan menambatkan perahunya. Kondisi gelombang tinggi dan angin kencang membuat mereka tidak dapat melaut, sehingga berdampak langsung pada penurunan pendapatan keluarga.
Sebagai respons atas situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menyalurkan bantuan pangan berupa beras dari Cadangan Pangan Pemerintah Kabupaten (CPPK). Bantuan itu didistribusikan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara kepada 1.890 kepala keluarga nelayan yang tersebar di 21 desa.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Lombok Utara, Tresnahadi, mengatakan bahwa seluruh bantuan telah disalurkan kepada nelayan terdampak.
“Bantuan ini sudah kami salurkan kepada 1.890 kepala keluarga nelayan yang terdampak cuaca ekstrem. Masing-masing menerima 10 kilogram beras,” ujar Tresnahadi, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan, total beras yang digelontorkan pemerintah daerah mencapai 18 ton 900 kilogram. Seluruh bantuan tersebut bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah Kabupaten yang memang disiapkan untuk kondisi darurat dan penanganan kerawanan pangan.
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti nelayan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.
“Cuaca ekstrem membuat banyak nelayan tidak bisa melaut, sehingga pendapatan mereka terganggu. Kami berharap bantuan pangan ini dapat sedikit meringankan beban dan membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga mereka,” katanya.
Tresnahadi menambahkan, hingga saat ini stok Cadangan Pangan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara masih berada di atas 21 ton. Dengan jumlah tersebut, pemerintah daerah menilai persediaan masih cukup aman untuk mengantisipasi kebutuhan darurat lainnya apabila situasi cuaca ekstrem berlanjut.
Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan kondisi cuaca di perairan setempat sembari memastikan distribusi bantuan tepat sasaran bagi nelayan yang terdampak.(AB)

Tinggalkan Balasan