
Mataram, Mediajurnalindonesia.id – Rapat Senat Khusus Universitas Mataram (Unram) yang digelar pada Kamis (8/1/2026) menetapkan Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd. sebagai Rektor Universitas Mataram periode 2026–2030.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil pemungutan suara anggota senat universitas.
Dalam rekapitulasi penghitungan suara, Prof. Sukardi meraih 68 suara dari total 91 suara sah. Perolehan itu menempatkannya unggul jauh dibandingkan dua kandidat lainnya dalam kontestasi pemilihan pimpinan perguruan tinggi negeri terbesar di Nusa Tenggara Barat tersebut.
Terpilihnya Prof. Sukardi mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Salah satunya disampaikan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Nusa Tenggara Barat, Sudirsah Sujanto, S.Pd.B., S.IP.
Menurut Sudirsah, keputusan Senat Unram tersebut dinilai tepat dan layak untuk membawa universitas ke arah yang lebih maju.
“Prof. Sukardi adalah sosok yang tepat untuk memimpin Universitas Mataram ke depan. Beliau memiliki kapasitas intelektual dan pengalaman kepemimpinan yang mumpuni,” ujar Sudirsah saat dimintai tanggapan, Minggu (11/1/2026).
Sudirsah menilai keunggulan Prof. Sukardi dalam Rapat Senat Khusus tidak diperoleh secara instan. Guru Besar di bidang Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan itu dikenal produktif dalam kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Selain rekam jejak akademik, Prof. Sukardi juga dinilai memiliki pengalaman strategis dalam berbagai peran kepemimpinan di lingkungan kampus. Hal tersebut menjadi bekal penting dalam mengelola dan mengembangkan Universitas Mataram di tengah tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks.
“Keunggulan intelektual, ketangguhan manajerial, serta kerendahan hati yang dimiliki Prof. Sukardi merupakan modal utama untuk mendorong transformasi Universitas Mataram agar semakin berdaya saing di masa depan,” kata Sudirsah.
Dengan terpilihnya Prof. Sukardi sebagai rektor baru, berbagai pihak berharap Universitas Mataram mampu memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat di kawasan Nusa Tenggara Barat.(AB)

Tinggalkan Balasan