Sidoarjo, Mediajurnalindonesia.id – Wayang kulit adalah bentuk tradisional dari kesenian wayang yang aslinya ditemukan dalam budaya Jawa dan Bali di Indonesia. Narasi wayang kulit seringkali berkaitan dengan tema utama kebaikan melawan kejahatan. Dalam wayang mengandung pelajaran, fatwah, dan simbol-simbol yang menjadi nilai hidup dan moral bangsa Indonesia, terutama masyarakat Jawa. Sehingga pada tanggal 7 November 2013 UNESCO menetapkan wayang sebagai warisan dunia tak benda

Dan untuk melestarikan wayang kulit mata Dusun Gebang Desa Gebang Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo menggelar wayang kulit sebagai penutup kegiatan ruwat dusun. Dengan Ki Dalang Pringgo Jati S.Sn.Dengan dihadiri Forkompimcam, kepala desa se Kecamatan Sidoarjo, masyarakat umum.

Sayudi SH kepala kelurahan mengatakan saya secara pribadi atau pemerintah kelurahan mengucapkan terima kasih dengan adanya kegiatan ruwat Dusun Gebang Kelurahan Gebang. Kegiatan ini adalah rutinitas Dusun Gebang yang mana sebagai wujud syukur kita terhadap Allah SWT. Semoga senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahNya serta rezekinya untuk warga dusun. Selanjutnya sebagai ajang silaturahim bagi warga Dusun Gebang pada khususnya, Kelurahan Gebang pada umumnya. Supaya kegiatan ini bisa warga Dusun Gebang guyub, rukun bisa kerjasama dengan baik, silahturahim dengan baik antar tetangga bisa saling mengenal. Selanjutnya tahun-tahun berikutnya kegiatan ini supaya lebih meriah lagi dan Gusti Allah bisa melimpahkan rezekinya khususnya di keluarga Kelurahan Gebang

“Saya secara pribadi maupun pemerintah Kelurahan Gebang mengapresiasi dan berterima kasih kepada panitia serta warga Dusun Gebang sehingga bisa terlaksana kegiatan ini,” kata Sayudi SH

“Kegiatan Ruwat dusun sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya. Memang sempat berhenti saat ada pendemi covid dan Alhamdulillah saat ini sudah aktif kembali,” jelasnya

Pak Lurah menjelaskan kegiatan ini memang rutinitas sempat vakum karena pandemi dan Alhamdulillah bisa dimulai lagi dengan kerjasama panitia yang sudah mengkoordinir warganya dengan bantuan material atau tenaganya supaya kegiatan ini bisa dilanjut dari tahun ke tahun sehingga tidak sampai hilang atau musnah.

Sayuti menambahkan ini salah satu untuk mewujudkan mengingatkan pada generasi muda untuk selalu mengingatkan bahwa kegiatan wayang kulit ini harus dilestarikan terutama di Sidoarjo supaya tidak kita tidak kehilangan budaya leluhur semacam ini yang sudah turun-temurun dari sejak dulu.(msa)