Jakarta(21/12/23)Mediajurnalindonesia.id-Didorong oleh rasa tanggung jawab moril untuk membangun dan mengembangkan kampung halaman sendiri. Seorang pensiunan ASN dari Unit Litbang Kementerian Pertanian RI yang bernama Laso’ Teni ( DR.Ir. SOSTENIS SAMPELILING, M.Si, M.Th,) yang akrab di sapa Pak SOS. Namun masih aktif dalam mengemban tugas sebagai dosen tidak tetap di Pergurauan Tinggi umum, sebagai Doktoral jebolan IPB Bogor bidang Manajemen Lingkungan dan dosen tetap di Sekolah Tinggi Teologi Sunergeo Banten (Ketua Penjaminan Mutu Internal) yang juga alumni Doktoral Teologi bidang keilmuan Konseling Kristen STT “IKAT” Jakarta.
Sosok figur ini berasal tanah kelahiran darah Toraja. Menurut netizen sosok figur ini adalah salah seorang Tokoh Toraja yang keturunan Puang di wilayah Tallulembangna Kabupaten Tana Toraja, juga keturunan Siambe’ dari wilayah Kesu’-Bonoran Kabupaten Toraja Utara Sulawesi Selatan.
Pak SOS, sapaan akrabnya setelah purna tugas dari Kementrian Pertanian Tahun 2023 ini, Ia memilih mengambil sikap tegas untuk terjun ke dunia Politik melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI), hal ini dimaksudkan selain bertujuan untuk mengembangkan daerahnya juga agar lebih dekat kepada warga masyarakat.
Berlabuhnya SOSTENIS SAMPELILING di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini didasari oleh rasa keinginan untuk membangun nilai-nilai spiritualias masyarakat, khususnya juga memberantas Korupsi, karena satu-satunya partai yang mengusung, ”ANTI KORUPSI dan ANTI POLITIK UANG” adalah Partai PSI.
Kerinduan membangun kampung sendiri yang merupakan tanah kelahirannya , di Dapil 6, meliputi Kecamatan Kecamatan Sanggalla, Sanggalla Utara, Sanggalla Selatan dan Makale Utara.
Pak SOS sangat antusias dengan PSI yang sejalan dengan hati nurani untuk membangun “politik santun dan politik riang gembira” dalam suatu visi-misi dalam jargonnya Toraya Marampa’ dalam kegiatan Toraja Bersinar (Berdoa, Bersih, Aman, Indah dan Ramah).
Dengan niat baik Pak SOS masuk dalam dunia politik, Ia berjanji bahwa jika terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, akan mengutamakan kepentingan atau kebutuhan mendasar warga terlebih dahulu dari pada kepentingan pribadinya.
( Red.Daeng S )
