Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Masyarakat Desa Persiapan Boyotan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, menyambut kedatangan Penjabat (Pj) Kepala Desa Persiapan Boyotan, Muliadi, di Lapangan Umum Boyotan Proyek, Minggu (18/10/2026). Penyambutan tersebut menjadi momentum awal bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk memperkuat kerja sama dalam mempersiapkan Boyotan menjadi desa definitif.
Setelah berkumpul di lapangan umum, masyarakat mengikuti arak-arakan menuju kantor Desa Persiapan Boyotan. Kedatangan Muliadi disambut dengan pertunjukan kesenian Galaganjur dari Pawang Baturan dan Gendang Beleq Boyotan. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya masyarakat yang memadati sepanjang jalan menuju kantor desa.
Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Gumantar Japarti, anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara Iwandi, Kepala Bidang Penataan Administrasi Desa Marta Efendi, panitia pemekaran, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, serta warga dari wilayah Desa Persiapan Boyotan.
Ketua Panitia Pemekaran, Mahit, menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam menyelenggarakan penyambutan tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa pemekaran desa tidak boleh menjadi alasan untuk memutus hubungan persaudaraan dengan Desa Gumantar sebagai desa induk.
“Walaupun sekarang kita mekar, kita tetap bersaudara dengan desa induk, yaitu Desa Gumantar. Jangan menjadikan pemekaran ini sebagai suatu perbedaan, tetapi jadikan sebagai bentuk persaudaraan,” kata Mahit.
Menurut dia, pemekaran merupakan bagian dari upaya masyarakat untuk membangun tata kelola pemerintahan desa yang lebih dekat dengan warga. Karena itu, hubungan kekeluargaan dan komunikasi antara Desa Persiapan Boyotan dan Desa Gumantar perlu terus dijaga.
Penjabat Kepala Desa Persiapan Boyotan, Muliadi, mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa selama masa persiapan. Ia berharap antusiasme warga dalam penyambutan tersebut dapat menjadi modal awal untuk membangun desa dan memenuhi persyaratan menuju desa definitif.
Muliadi mengatakan, latar belakangnya bukan berasal dari lingkungan pemerintahan. Sebelum dipercaya mengemban tugas tersebut, ia lebih banyak bekerja di lapangan dalam pelayanan kesehatan hewan dan inseminasi buatan di wilayah Gumantar.
“Saya sangat mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat. Mudah-mudahan sambutan yang luar biasa pada pagi hari ini menjadi titik awal semangat kita untuk membangun Desa Persiapan Boyotan agar dapat ditetapkan sebagai desa definitif,” ujarnya.
Ia menilai, pembenahan lingkungan dan infrastruktur menjadi salah satu pekerjaan awal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah penataan akses masuk menuju Boyotan dari arah Air Bari yang dinilai masih memerlukan perbaikan.
Muliadi juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa, pelajar, dan pemuda untuk bersinergi membangun kebiasaan positif, termasuk menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung program pemerintah desa.
Kepala Desa Gumantar, Japarti, mengatakan, pembentukan Desa Persiapan Boyotan merupakan hasil perjuangan bersama yang perlu dilanjutkan melalui kerja sama masyarakat. Ia menegaskan, pemekaran hanya memisahkan administrasi pemerintahan, bukan hubungan kekeluargaan antara kedua wilayah.
Japarti mengingatkan bahwa status desa persiapan masih memerlukan proses lanjutan sebelum dapat menjadi desa definitif. Oleh karena itu, masyarakat diminta menjaga keamanan, menghindari konflik, dan memberikan dukungan terhadap program-program yang dijalankan pemerintah desa persiapan.
“Tanpa dukungan masyarakat, desa persiapan ini tidak mungkin maju. Kita masih memiliki perjuangan panjang untuk menuju desa definitif,” katanya.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara, Iwandi, menyampaikan selamat kepada masyarakat Boyotan atas terealisasinya pembentukan desa persiapan dan kepada Mulyadi yang baru dilantik sebagai penjabat kepala desa.
Ia mengatakan, pemekaran desa diharapkan dapat memperpendek rentang pelayanan pemerintahan, terutama dalam urusan administrasi dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, Iwandi meminta masyarakat mendukung kepemimpinan Mulyadi serta membangun komunikasi dengan pemerintah desa, panitia pemekaran, dan para tokoh masyarakat.
Menurut Iwandi, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu diselesaikan, antara lain penataan perangkat pemerintahan dan penguatan kelembagaan desa agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.
Kepala Bidang Penataan Administrasi Desa, Marta Efendi, yang hadir mewakili pemerintah kabupaten dan panitia pemekaran desa, menjelaskan bahwa pemekaran bertujuan mendekatkan pelayanan pemerintahan, mempercepat pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebutkan, Desa Boyotan merupakan satu dari 26 desa di Kabupaten Lombok Utara yang telah ditetapkan sebagai desa persiapan. Menurut dia, penetapan tersebut menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat terkait pemekaran wilayah mendapat perhatian pemerintah kabupaten.
Marta menegaskan bahwa penyambutan penjabat kepala desa bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari catatan sejarah perjuangan masyarakat dalam membentuk desa baru. Ia meminta panitia dan masyarakat menyimpan dokumentasi proses pemekaran, mulai dari usulan awal hingga pelaksanaan kegiatan, sebagai arsip desa.
Mengenai tugas penjabat kepala desa, Marta menjelaskan sejumlah hal yang perlu segera dikerjakan, yakni memastikan batas wilayah antara desa induk dan desa persiapan, melaksanakan operasional anggaran desa persiapan, menyusun struktur organisasi pemerintahan, serta menyiapkan kelembagaan desa.
Penjabat kepala desa juga diminta melakukan pendataan aset dan penduduk, serta menyiapkan perangkat desa persiapan melalui mekanisme musyawarah bersama panitia dan tokoh masyarakat. Pengisian perangkat tersebut akan mengikuti petunjuk teknis yang berlaku.
Marta menyampaikan bahwa masa persiapan Desa Boyotan berlangsung selama tiga tahun, terhitung sejak 27 Juli 2026 hingga 27 Juli 2029. Meski demikian, pemerintah kabupaten menargetkan proses menuju desa definitif dapat diselesaikan lebih awal apabila seluruh persyaratan terpenuhi.
Ia menjelaskan, perkembangan pelaksanaan tugas penjabat kepala desa akan dilaporkan kepada bupati setiap enam bulan untuk menjadi bahan evaluasi. Laporan tersebut menjadi salah satu dasar dalam menilai kesiapan desa persiapan menuju status definitif.
Selain itu, Marta menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap pembangunan kantor Desa Gumantar sebagai desa induk. Menurut dia, keberadaan kantor desa induk yang memenuhi kebutuhan pemerintahan merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses pemekaran.
“Kita membangun Desa Persiapan Boyotan dan membantu pembangunan di desa induk pada dasarnya merupakan bagian dari upaya yang sama. Jangan sampai proses pemekaran ini terkendala karena persyaratan yang belum terpenuhi,” ujarnya.
Marta juga mengingatkan agar semangat gotong royong dan komunikasi antara Desa Persiapan Boyotan dan Desa Gumantar terus dipelihara. Ia berharap pemekaran tidak menimbulkan perpecahan, tetapi menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mendorong kemajuan kedua wilayah.
Dengan dimulainya penyelenggaraan pemerintahan Desa Persiapan Boyotan di bawah kepemimpinan Mulyadi, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam memenuhi berbagai persyaratan administrasi dan pembangunan. Dukungan masyarakat, kesiapan kelembagaan, serta pemenuhan ketentuan perundang-undangan menjadi bagian penting dari perjalanan Boyotan menuju desa definitif.(D)

Tinggalkan Balasan