Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti kegiatan ziarah, zikir, dan doa bersama di makam Almagfurullah TGH. Lalu Muhammad Turmuzi Badaruddin, yang dikenal luas dengan sapaan Datok Bagu. Kegiatan ini diikuti jajaran Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), para kepala madrasah, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik dari berbagai madrasah negeri di NTB. Jumat, 23 Oktober 2026

Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., bersama seluruh civitas madrasah turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran keluarga besar MAN Lombok Barat menjadi wujud penghormatan kepada ulama kharismatik NTB yang semasa hidupnya dikenal memiliki kontribusi besar dalam pengembangan dakwah Islam, pendidikan pesantren, serta pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.

Ribuan peserta dari berbagai unsur Kementerian Agama tampak memadati lokasi kegiatan. Mereka datang untuk bersama-sama memanjatkan doa, membaca zikir, dan mengenang keteladanan almarhum. Momentum ini sekaligus menjadi ruang refleksi spiritual bagi keluarga besar Kementerian Agama agar senantiasa menjaga hubungan dengan para ulama, menghormati jasa-jasa mereka, dan meneruskan perjuangan dalam membangun umat melalui pendidikan serta pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut diinisiasi dan dihadiri langsung oleh Bapak Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, Dr. H. Zamroni Aziz, S.HI., M.H., bersama Kepala Bagian Tata Usaha, para kepala bidang beserta jajaran, serta para kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-NTB bersama seluruh jajarannya.

Turut hadir para kepala madrasah negeri, kepala KUA, guru, tenaga tata usaha madrasah negeri, dan berbagai unsur lainnya di lingkungan Kementerian Agama. Kehadiran para pejabat dan aparatur tersebut memperlihatkan besarnya penghormatan terhadap sosok Datok Bagu sekaligus kuatnya ikatan spiritual yang menyatukan keluarga besar Kementerian Agama dengan para ulama.

Tidak ketinggalan, Kepala MAN Lombok Barat bersama jajaran pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik ikut larut dalam suasana religius tersebut. Bagi keluarga besar MAN Lombok Barat, kegiatan ini bukan sekadar agenda ziarah, melainkan juga sarana pendidikan karakter untuk menanamkan nilai keteladanan ulama, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, dan pentingnya menjaga tradisi keagamaan.

Kakanwil Kemenag NTB: Nasihat dan Ilmu Datok Bagu Tetap Hidup

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, Dr. H. Zamroni Aziz, S.HI., M.H., menggambarkan sosok TGH. Lalu Muhammad Turmuzi Badaruddin sebagai ulama luar biasa yang telah memberikan banyak jasa bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Menurutnya, kepergian seorang ulama besar tidak serta-merta menghilangkan pengaruh dan nilai perjuangan yang telah diwariskannya. Nasihat, ilmu, serta keteladanan yang ditinggalkan akan terus hidup dalam ingatan dan menjadi pedoman bagi generasi penerus.

Almarhum Datok Bagu merupakan sosok yang patut dikenang bukan hanya karena kedalaman ilmu agamanya, tetapi juga karena pengabdiannya dalam membimbing umat. Warisan keilmuan dan nasihatnya menjadi bagian penting dari perjalanan kehidupan keagamaan masyarakat NTB.

“Beliau adalah sosok yang luar biasa dan telah banyak berjasa untuk masyarakat NTB. Meskipun beliau sudah tiada, suara nasihat dan ilmunya akan selalu ada di dalam sanubari kita. Semoga kita semua bisa meneladani beliau dan mengamalkan nasihat-nasihat yang telah disampaikan,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Pesan itu menjadi pengingat bagi seluruh peserta bahwa menghormati ulama tidak cukup dilakukan melalui ziarah dan doa. Penghormatan yang sesungguhnya perlu diwujudkan melalui kesediaan untuk melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkan, menjaga akhlak, memperkuat keimanan, serta mengabdikan diri bagi kepentingan masyarakat.

Bagi para aparatur Kementerian Agama, pesan tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Guru, kepala madrasah, kepala KUA, dan seluruh unsur pelayanan keagamaan dituntut untuk tidak hanya menjalankan pekerjaan secara administratif, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai keteladanan, keikhlasan, dan tanggung jawab dalam setiap pengabdian.

Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh dari kegiatan ziarah, zikir, dan doa bersama. Para peserta tidak hanya mengenang seorang ulama, tetapi juga memperbarui komitmen untuk meneruskan perjuangan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, membina akhlak generasi muda, dan memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat.

MAN Lombok Barat: Menjemput Keberkahan untuk Madrasah yang Maju dan Bermartabat

Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa keikutsertaan seluruh civitas madrasah dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pendidikan.

Menurutnya, madrasah tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan prestasi peserta didik. Lebih dari itu, madrasah harus mampu membangun lingkungan pendidikan yang religius, berkarakter, menjunjung tinggi akhlak mulia, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Ia menegaskan pentingnya melibatkan seluruh unsur madrasah dalam kegiatan keagamaan yang dapat memperkuat nilai spiritual, kebersamaan, dan semangat pengabdian.

“Kami mengajak seluruh unsur madrasah untuk bersama-sama mengikuti kegiatan seperti ini agar semuanya mendapatkan keberkahan. Harapan kami, apa yang kita laksanakan juga menjadi amal yang barokah sehingga memberikan dampak positif bagi ikhtiar kita bersama untuk terus menjadikan madrasah semakin maju dan bermartabat,” ungkap H. Kemas Burhan.

Menurutnya, keberkahan merupakan nilai penting dalam penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Upaya meningkatkan mutu pembelajaran, membangun kedisiplinan, mengembangkan potensi peserta didik, serta memperkuat karakter harus berjalan beriringan dengan doa, keikhlasan, dan komitmen seluruh warga madrasah.

Ia juga memandang bahwa keteladanan para ulama merupakan sumber inspirasi yang tidak pernah habis bagi dunia pendidikan Islam. Para ulama telah menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan bersama akhlak, sementara pengabdian harus dilandasi keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama.

Oleh karena itu, keikutsertaan peserta didik MAN Lombok Barat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan di luar ruang kelas. Melalui pengalaman langsung, peserta didik dapat belajar menghargai jasa ulama, memahami pentingnya tradisi keagamaan, dan menumbuhkan kesadaran bahwa keberhasilan hidup tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh karakter dan nilai spiritual.

Kehadiran para guru dan tenaga kependidikan juga memperkuat pesan bahwa pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama. Nilai-nilai religius tidak cukup disampaikan melalui materi pelajaran, tetapi perlu dihidupkan melalui kebiasaan, keteladanan, dan keterlibatan nyata dalam kegiatan keagamaan.

Ziarah sebagai Ruang Refleksi dan Penguatan Spiritual

Ziarah, zikir, dan doa bersama di makam Datok Bagu menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran spiritual di tengah dinamika kehidupan modern. Di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan publik, aparatur Kementerian Agama diingatkan kembali bahwa pengabdian membutuhkan fondasi moral dan spiritual yang kuat.

Ziarah juga mengandung pelajaran tentang kehidupan dan kematian. Setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT, sementara amal kebaikan, ilmu yang bermanfaat, dan keteladanan yang diwariskan dapat terus memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

Dalam konteks pendidikan madrasah, pesan tersebut menjadi sangat relevan. Guru tidak hanya bertugas mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki integritas, kepedulian sosial, dan kepribadian yang baik. Kepala madrasah tidak hanya bertanggung jawab atas pengelolaan lembaga, tetapi juga harus mampu menumbuhkan budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Semangat itu sejalan dengan harapan agar madrasah terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mampu mengintegrasikan kecerdasan intelektual, kematangan emosional, dan kekuatan spiritual. Madrasah diharapkan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga santun dalam perilaku, kuat dalam prinsip, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Bagi MAN Lombok Barat, kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat untuk terus menjaga keseimbangan antara ikhtiar profesional dan pendekatan spiritual. Berbagai program peningkatan mutu pendidikan perlu dilaksanakan dengan perencanaan yang baik, kerja sama seluruh warga madrasah, serta semangat pengabdian yang tulus.

Kehadiran peserta didik dalam kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap ulama dan tradisi keilmuan Islam. Mereka dapat mengambil pelajaran bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya terletak pada kedudukan atau pencapaian duniawi, tetapi juga pada manfaat yang diberikan kepada orang lain.

Melanjutkan Warisan Ulama melalui Pendidikan dan Pengabdian

Kegiatan ziarah, zikir, dan doa bersama ini menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan perjuangan para ulama melalui tindakan nyata. Warisan keilmuan dan nasihat para ulama akan tetap relevan selama generasi penerus bersedia mempelajari, menghayati, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Keluarga besar MAN Lombok Barat berharap momentum tersebut menjadi sumber motivasi untuk terus memperkuat budaya religius, meningkatkan kualitas pembelajaran, membangun karakter peserta didik, serta memperluas kontribusi madrasah bagi masyarakat.

Kepala MAN Lombok Barat bersama seluruh jajarannya berkomitmen untuk terus mendorong kemajuan madrasah melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan nilai-nilai spiritual. Dengan demikian, kemajuan lembaga tidak hanya diukur melalui prestasi akademik dan capaian kelembagaan, tetapi juga melalui kualitas akhlak, kepedulian sosial, dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Pada akhirnya, ziarah ke makam Almagfurullah TGH. Lalu Muhammad Turmuzi Badaruddin bukan sekadar kegiatan mengenang sosok ulama besar. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa ilmu, nasihat, dan keteladanan harus terus dihidupkan melalui pendidikan dan pengabdian.

Sebagaimana pesan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB, suara nasihat dan ilmu Datok Bagu akan selalu hidup di dalam sanubari. Pesan tersebut menjadi ajakan bagi seluruh keluarga besar Kementerian Agama, termasuk MAN Lombok Barat, untuk menjadikan keteladanan ulama sebagai landasan dalam melangkah.

Dengan doa dan ikhtiar bersama, keluarga besar MAN Lombok Barat berharap setiap langkah pengabdian senantiasa memperoleh rida dan keberkahan Allah SWT. Semangat itulah yang akan terus dijaga untuk mewujudkan madrasah yang semakin maju, berprestasi, religius, dan bermartabat, sekaligus mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang berilmu, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan negara. (Ramli Mji)