Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XII Tahun 2028. Salah satu cabang olahraga yang mulai menunjukkan kesiapannya adalah Ski Air dan Wakeboard, yang diproyeksikan menjadi salah satu andalan NTB dalam perburuan medali.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan cabang olahraga Ski Air dan Wakeboard sebagai cabang ekshibisi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB yang digelar di Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, 16–25 Juli 2026.

Ajang ini tidak hanya menjadi sarana mengukur kemampuan atlet daerah, tetapi juga menjadi simulasi awal kesiapan venue yang akan digunakan pada PON XII Tahun 2028.

Pembina Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia (PSAWI) NTB yang juga Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Mataram, Letkol Laut (P) Eko Darmawan, S.T., M.Si., mengapresiasi semangat para pengurus PSAWI NTB yang mampu membangun organisasi cabang olahraga tersebut dalam waktu relatif singkat.

“Saya melihat semangat Ketua Umum bersama seluruh pengurus sangat luar biasa. Dalam waktu sekitar dua bulan mereka mampu membangun dan mengembangkan cabang olahraga yang baru berdiri ini. Saat ini atlet masih berasal dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, namun ke depan kami berharap seluruh kabupaten dan kota di NTB memiliki atlet Ski Air dan Wakeboard,” ujar Eko Darmawan kepada wartawan, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, tantangan terbesar menuju PON XII 2028 adalah memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas pelatih, serta melengkapi sarana dan prasarana pendukung pertandingan.

Ia menegaskan, PSAWI NTB saat ini telah memiliki 17 atlet binaan yang berasal dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar mendapatkan dukungan pemerintah. Harapan kami Bapak Gubernur juga memberikan perhatian terhadap pengembangan cabang olahraga ini karena potensinya sangat besar. Target kami pada PON XII Tahun 2028 mendatang adalah mampu mempersembahkan dua medali emas untuk NTB. Bismillah, dengan pembinaan yang berkelanjutan kami optimistis target tersebut bisa tercapai,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PSAWI NTB, Devi Karwati, menyebut keikutsertaan Ski Air dan Wakeboard pada Porprov XII NTB menjadi momentum penting dalam memperkenalkan olahraga air kepada masyarakat sekaligus menyiapkan atlet menuju PON XII 2028.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar, aman, dan tertib. Walaupun cabang olahraga ini baru berdiri sekitar enam bulan di NTB, atlet-atlet kami sudah mampu meraih medali emas, perak, maupun perunggu pada sejumlah nomor pertandingan,” katanya.

Menurut Devi, keterbatasan fasilitas bukan menjadi alasan untuk berhenti berprestasi. PSAWI NTB masih menghadapi keterbatasan peralatan, termasuk boat dan mesin pendukung latihan maupun pertandingan.

“Peralatan kami memang masih sangat terbatas. Namun dengan semangat seluruh pengurus dan atlet, pertandingan tetap dapat terlaksana dengan baik. Bahkan sebagian besar atlet hanya menjalani latihan sekitar dua bulan sebelum turun bertanding,” ungkapnya.

Ia menilai Kabupaten Lombok Barat memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan Ski Air dan Wakeboard nasional karena didukung kondisi perairan yang ideal serta panorama wisata yang menarik.

“Saya memilih Lombok Barat sebagai venue menuju PON 2028 karena daerah ini memiliki potensi yang luar biasa. Perairannya sangat mendukung, pemandangannya indah, dan masyarakat pesisirnya memiliki karakter yang cocok untuk mengembangkan olahraga air. Harapan kami, Lombok Barat tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga menjadi ikon olahraga air Indonesia,” ujarnya.

Selain mencetak prestasi olahraga, Devi berharap keberadaan Ski Air dan Wakeboard mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisatawan.

“Kalau Lombok Tengah memiliki Mandalika sebagai ikon wisata, saya berharap Lombok Barat memiliki ikon olahraga air melalui Ski Air dan Wakeboard. Kami tetap menargetkan dua medali emas untuk NTB pada PON XII Tahun 2028. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar target tersebut dapat terwujud,” pungkasnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Labuan Tereng. Kepala Desa Labuan Tereng, Humaidi Usai, mengapresiasi kepercayaan PSAWI NTB yang memilih wilayahnya sebagai lokasi penyelenggaraan pertandingan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PSAWI NTB yang telah mempercayakan Desa Labuan Tereng sebagai venue kegiatan ini. Kami berharap olahraga Ski Air dan Wakeboard mampu memperkenalkan potensi wisata alam desa kami sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku UMKM dan masyarakat sekitar,” katanya.

Ajang Porprov XII NTB juga melahirkan bibit-bibit atlet muda yang diharapkan menjadi tulang punggung NTB pada PON 2028.

Salah satunya adalah Danil, pelajar kelas VIII SMP Negeri 6 Mataram asal Kabupaten Lombok Barat yang sukses meraih medali emas pada nomor Ski Air dan Wakeboard pada Porprov yang diselenggarakan tersebut. Ia mengaku bangga dapat mengharumkan daerahnya di usia muda.

“Saya sangat senang, bangga, dan merasa olahraga ini sangat seru sekaligus menantang. Saya akan terus berlatih agar bisa mempersembahkan medali emas untuk NTB pada PON 2028 nanti,” ucap Danil.

Semangat serupa ditunjukkan Aulia, siswi kelas XII SMKN 1 Lembar yang berhasil meraih medali perunggu pada Porprov XII NTB.

“Saya akan terus berlatih lebih keras agar pada PON 2028 nanti bisa meraih medali emas untuk NTB,” tekadnya.

Acara penutupan pertandingan turut dihadiri Danlanal Mataram, Ketua dan jajaran Pengurus PSAWI NTB, unsur Forkopimcam Lembar, Kapolsek Lembar, pemerintah desa, serta sejumlah pejabat daerah.

Dengan sinergi antara Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, KONI, TNI AL, PSAWI NTB, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan, NTB optimistis mampu menjadi tuan rumah PON XXII Tahun 2028 yang sukses sekaligus melahirkan atlet-atlet Ski Air dan Wakeboard yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.(Ramli Mji)