Gerung, Mediajurnalindonesia.id– Dua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat kembali membawa nama harum madrasah di arena olahraga. Luna Khairunnisa dan Kahfi Dwi Nugraha sukses menorehkan prestasi dalam ajang INKANAS Ya Baday Karate Festival & Champions 2026 Lombok Barat yang digelar di Midang, Lombok Barat, 27–30 Agustus 2026.

Luna Khairunnisa berhasil meraih Juara II Kumite Junior Putri kelas -53 kilogram, sementara Kahfi Dwi Nugraha membawa pulang Juara III Kata Cadet Putra.

Dua medali tersebut menjadi bukti bahwa siswa MAN Lombok Barat tak hanya mampu bersinar di bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu bersaing di dunia olahraga, khususnya cabang karate.

Bagi Luna dan Kahfi, podium bukan sekadar tempat menerima medali. Di balik capaian tersebut terdapat proses latihan, kedisiplinan, keberanian menghadapi lawan serta mental bertanding yang terus diasah.

Dalam kejuaraan yang mempertemukan karateka muda dari berbagai daerah dan klub tersebut, keduanya tampil dengan membawa semangat untuk memberikan hasil terbaik bagi diri sendiri sekaligus mengharumkan nama MAN Lombok Barat.

Kepala Madrasah: Bukti Siswa Punya Banyak Potensi

Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., menyambut bangga prestasi yang diraih kedua siswanya.

Menurutnya, keberhasilan Luna dan Kahfi merupakan buah dari kerja keras, ketekunan dan kedisiplinan yang mereka jalani selama proses latihan.

“Kami sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Luna Khairunnisa dan Kahfi Dwi Nugraha atas prestasi yang telah diraih. Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga menjadi kebanggaan besar bagi MAN Lombok Barat,” ujar H. Kemas Burhan.

Ia menegaskan bahwa madrasah berkomitmen memberikan ruang kepada setiap siswa untuk mengembangkan bakat dan potensinya, baik dalam bidang akademik, keagamaan, seni maupun olahraga.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan peserta didik mengembangkan karakter, keterampilan, kedisiplinan dan keberanian untuk berprestasi.

“Kami ingin seluruh siswa MAN Lombok Barat berani mengembangkan potensi yang dimilikinya. Madrasah akan terus mendukung siswa-siswa yang memiliki bakat dan prestasi, baik dalam bidang akademik, seni, olahraga maupun bidang lainnya,” katanya.

Ia pun berharap keberhasilan Luna dan Kahfi dapat menjadi pemantik semangat bagi siswa lainnya untuk berani mengikuti kompetisi.

“Prestasi tidak datang secara instan. Dibutuhkan latihan, pengorbanan, kedisiplinan dan mental yang kuat. Apa yang diraih Luna dan Kahfi hari ini semoga menjadi inspirasi bagi seluruh siswa MAN Lombok Barat,” tegasnya.

Luna: Juara II Bukan Akhir Perjuangan

Bagi Luna Khairunnisa, medali Juara II menjadi pengalaman sekaligus motivasi untuk melangkah lebih jauh.

Luna mengaku bersyukur dapat tampil maksimal dalam kompetisi tersebut, meski harus menghadapi lawan-lawan dengan kemampuan yang tidak mudah.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih Juara II. Prestasi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” ungkap Luna.

Ia menyampaikan terima kasih kepada orang tua, Kepala MAN Lombok Barat, para guru dan pelatih yang terus memberikan dukungan serta motivasi selama menjalani latihan hingga pertandingan.

Alih-alih berpuas diri, Luna justru menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuannya.

“Saya masih ingin terus belajar dan berlatih lebih keras. Juara II ini menjadi motivasi bagi saya untuk mengikuti pertandingan berikutnya dengan persiapan yang lebih baik,” katanya.

Ia berharap dapat meraih prestasi yang lebih tinggi pada kejuaraan berikutnya sekaligus terus membawa nama baik MAN Lombok Barat.

Kahfi: Medali Jadi Bahan Evaluasi

Sementara itu, Kahfi Dwi Nugraha berhasil mengamankan posisi Juara III Kata Cadet Putra.

Kahfi mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Baginya, kejuaraan tersebut bukan hanya tentang medali, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan dan mendapatkan pengalaman bertanding.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mendapatkan Juara III. Ini merupakan hasil dari latihan dan perjuangan selama ini,” ujar Kahfi.

Ia mengakui persaingan dalam kejuaraan berlangsung cukup ketat. Namun, dari pertandingan tersebut dirinya mendapatkan banyak pelajaran mengenai hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

“Dari pertandingan ini saya banyak belajar. Saya mengetahui apa saja yang harus diperbaiki. Ke depan saya akan lebih disiplin dalam latihan dan berusaha tampil lebih maksimal agar bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi,” katanya.

Kahfi juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua, pihak madrasah, guru, pelatih serta teman-temannya yang telah memberikan dukungan.

Pembina: Karate Bukan Sekadar Medali

Pembina Karate MAN Lombok Barat, Husniati, S.Pd., turut mengapresiasi perjuangan kedua atlet.

Menurutnya, prestasi yang diraih Luna dan Kahfi merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan komitmen dan konsistensi. Terlebih, keduanya harus mampu membagi waktu antara kewajiban sebagai pelajar dengan rutinitas latihan.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian Luna dan Kahfi. Mereka telah menunjukkan semangat, disiplin dan kerja keras selama menjalani latihan. Prestasi ini merupakan hasil dari proses panjang dan kesungguhan mereka dalam menekuni olahraga karate,” ujar Husniati.

Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi atlet karate lainnya di MAN Lombok Barat agar semakin berani mengikuti berbagai kompetisi.

Husniati juga menegaskan bahwa pembinaan karate di madrasah tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar kemenangan.

“Karate bukan hanya tentang memenangkan pertandingan dan mendapatkan medali. Lebih dari itu, karate mengajarkan kedisiplinan, rasa hormat, keberanian dan pengendalian diri. Nilai-nilai inilah yang sangat penting bagi pembentukan karakter siswa,” jelasnya.

Prestasi Luna dan Kahfi sekaligus menambah deretan capaian MAN Lombok Barat di bidang nonakademik.

Dengan dukungan madrasah, guru, pembina, pelatih, orang tua dan semangat para siswa, MAN Lombok Barat terus membuka ruang bagi lahirnya talenta-talenta muda yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga berkarakter, disiplin dan berani berkompetisi.

Dua medali telah dibawa pulang. Namun bagi Luna dan Kahfi, perjuangan belum selesai. Podium kali ini adalah pijakan untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi.(Red)