Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-113 Desa Bentek berlangsung di Aula Kantor Desa Bentek, Kamis (11/12/2025). Acara yang mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Toleransi” itu dihadiri Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi NTB, Sudirsah Sujanto, S.Pd.B., S.IP., Bupati yang diwakili Staf Ahli, Kahar Rizal, ST., tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Tema tersebut menegaskan bahwa kekuatan Desa Bentek tidak hanya terletak pada usianya yang telah melewati satu abad, tetapi juga pada nilai budaya dan harmonisasi sosial yang terus dipertahankan. Desa Bentek dikenal sebagai ruang hidup masyarakat majemuk, di mana umat Buddha, Muslim, dan Hindu hidup berdampingan dalam suasana saling menghormati.

Dalam sambutannya, Sudirsah Sujanto menekankan pentingnya merawat tradisi dan terus memperkuat toleransi. Ia mencontohkan bagaimana warga di Bentek senantiasa hadir dan saling membantu dalam setiap kegiatan keagamaan.

“Saat Waisak, warga Muslim dan Hindu ikut menjaga keamanan. Begitu pula saat umat Muslim merayakan hari raya, umat Buddha dan Hindu hadir memberi dukungan. Ini modal sosial yang harus dirawat,” ujarnya.

Selain pesan moral mengenai toleransi, Sudirsah turut menjelaskan kebijakan pemerintah pusat soal efisiensi anggaran di masa pemerintahan Presiden Prabowo.

“Pengurangan ATKD dan penyesuaian APBDes merupakan bagian dari strategi nasional untuk menyehatkan APBN, seiring hadirnya program-program yang langsung menyentuh masyarakat seperti MBG dan Koperasi Merah Putih,” katanya.

Ia juga menyinggung program Desa Berdaya dari Pemerintah Provinsi NTB, yang akan memberikan dukungan Rp300–500 juta per desa dan mulai dilaksanakan bertahap pada tahun 2026.

“Tahun 2026 dimulai secara bertahap, ini program Gubernur sebagai bagian astacita Presiden membangun dari desa,” jelas Sudirsah.

Sudirsah berharap usia ke-113 menjadi momentum bagi Desa Bentek untuk semakin maju dan mandiri. Ia mendorong Desa Bentek menjadi penggerak kemajuan melalui kreativitas tanpa meninggalkan akar budaya.

“Bentek adalah contoh desa dengan moderasi beragama yang kuat. Inovasi harus terus tumbuh, tapi nilai-nilai tradisi tetap menjadi pijakan,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Bentek Warna Wijaya menegaskan bahwa tema peringatan tahun ini bukan sekadar slogan, melainkan arah pembangunan desa ke depan. Menurutnya, desa yang kuat adalah desa yang tumbuh dari tradisi dan berdiri di atas toleransi.

“Dua nilai itu harus kita jaga sebagai pondasi membangun masa depan,” ujarnya.

Puncak acara ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Kepala Desa Bentek, didampingi Ketua PKK Sumawati Wijaya. Prosesi tersebut menjadi simbol perjalanan panjang desa yang dibangun melalui kerja bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk kontribusi besar perempuan dalam pembangunan desa.

Dengan usia yang kini mencapai 113 tahun, Desa Bentek kembali menegaskan identitasnya sebagai desa yang tidak hanya merawat sejarah, tetapi juga menata masa depan dengan kokoh pada nilai tradisi dan toleransi, dua kekuatan yang menjadi kebanggaan masyarakatnya.(Doel)