Sumbawa Barat.Mediajurnalindonesia.id – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Tatar melaksanakan kegiatan pendampingan panen jagung tahap pertama milik warga di Dusun Tanaman, Desa Tatar, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 14.00 WITA hingga selesai.
Kegiatan tersebut menyasar para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani “Tatar Makmur” dengan luas lahan sekitar 1 hektare. Dari hasil panen tahap pertama ini, diperkirakan produksi jagung mencapai sekitar 5 ton dalam kondisi kering panen. Hasil panen tersebut kemudian diserap oleh tengkulak lokal dengan harga jual Rp5.000 per kilogram.
Dalam pelaksanaannya, Bhabinkamtibmas tidak hanya hadir sebagai pengawas, namun juga turut berperan aktif membantu proses panen hingga penjemuran jagung bersama warga. Kehadiran Polri di tengah masyarakat ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi warga desa.
Meski demikian, para petani masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya adanya tanaman jagung yang rusak akibat penyakit busuk batang, serta kesulitan mendapatkan tenaga buruh saat musim panen berlangsung.
Secara keseluruhan, kegiatan pendampingan berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif, serta mendapat respon positif dari masyarakat setempat.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, Iptu Ardiyatmaja, menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan.
“Polri melalui peran Bhabinkamtibmas akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pendampingan dan motivasi, termasuk kepada para petani. Ini merupakan wujud nyata dukungan kami dalam menjaga stabilitas pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Iptu Ardiyatmaja.
Ia juga menambahkan bahwa sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, sekaligus mendorong produktivitas di sektor pertanian.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para petani semakin termotivasi dalam mengelola lahan pertanian mereka, sehingga hasil produksi dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Tinggalkan Balasan