Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id – SMK Negeri 1 Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII secara bertahap. Sebanyak 147 siswa tercatat mengikuti asesmen tersebut dari total 208 siswa kelas XII pada tahun ajaran ini.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMKN 1 Kuripan, Muhamad Sumarlin, S.P., mengatakan pelaksanaan TKA gelombang pertama berlangsung mulai Senin hingga Kamis, 26–29 Oktober 2026. Sementara itu, gelombang kedua dijadwalkan pada 2–6 November 2026.

Hal tersebut disampaikan Sumarlin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, keikutsertaan siswa dalam TKA didasarkan pada kesediaan masing-masing siswa dan persetujuan orang tua. Pihak sekolah tidak memaksakan siswa untuk mengikuti asesmen apabila yang bersangkutan memang tidak bersedia.

“Dari total 208 siswa kelas XII, sebanyak 147 siswa mengikuti TKA. Siswa yang mengikuti sudah menyatakan kesanggupan, disertai tanda tangan siswa dan orang tua,” jelasnya.

Sumarlin menerangkan, saat ini siswa kelas XII SMKN 1 Kuripan juga sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di dunia industri sejak Juli hingga sekitar 20 November 2026. Karena itu, sekolah untuk sementara menarik siswa yang mengikuti TKA agar dapat mengikuti asesmen sesuai jadwal.

Setelah menyelesaikan TKA, siswa gelombang pertama dapat kembali ke tempat PKL untuk melanjutkan kegiatan praktik hingga selesai. Sementara siswa yang tidak mengikuti TKA tetap menjalankan PKL seperti biasa sampai akhir November.

Persiapan Matang untuk Tingkatkan Hasil TKA

Untuk meningkatkan kesiapan siswa, pihak sekolah telah melaksanakan pembekalan dan latihan soal selama hampir tiga minggu sebelum pelaksanaan TKA.

Materi persiapan difokuskan pada tiga mata pelajaran wajib, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, serta mata pelajaran pilihan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sumarlin berharap, melalui persiapan tersebut, siswa dapat mengerjakan soal dengan lebih baik dan memperoleh hasil yang maksimal.

“Kami sudah berupaya mempersiapkan siswa melalui latihan soal dan pembekalan. Harapan kami, hasil TKA tahun ini bisa lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Ia mengakui, hasil TKA pada tahun sebelumnya belum sesuai dengan harapan. Salah satu tantangan saat itu adalah keterbatasan persiapan, sementara siswa juga sedang menjalani PKL di dunia industri.

Berangkat dari pengalaman tersebut, sekolah berupaya melakukan pembenahan agar siswa lebih siap menghadapi asesmen tahun ini.

TKA Penting bagi Siswa dan Evaluasi Sekolah

Lebih lanjut, Sumarlin menjelaskan bahwa TKA memiliki manfaat bagi siswa, terutama bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja.

Hasil TKA dapat menjadi salah satu dokumen pendukung yang dibutuhkan dalam jalur seleksi pendidikan atau persyaratan tertentu, sesuai ketentuan masing-masing perguruan tinggi maupun perusahaan.

Karena itu, pihak sekolah memandang TKA sebagai kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan akademik yang dimiliki sekaligus mempersiapkan diri menghadapi jenjang berikutnya.

Selain bermanfaat bagi siswa, hasil TKA juga diharapkan menjadi salah satu sumber evaluasi bagi sekolah. Menurut Sumarlin, hasil asesmen tersebut akan terhubung dengan sistem pelaporan pendidikan sekolah dan diharapkan dapat terlihat pada 2027.

Dengan demikian, hasil TKA tidak hanya menjadi gambaran kemampuan akademik siswa, tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan di SMKN 1 Kuripan.

“Kami berharap hasil yang diperoleh siswa tahun ini lebih baik. Jika hasilnya meningkat, tentu akan menjadi hal positif bagi siswa maupun sekolah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan,” tutupnya.

Pihak sekolah berharap pelaksanaan TKA tahun ini berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal, sehingga dapat mendukung kesiapan siswa kelas XII SMKN 1 Kuripan untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun mengembangkan kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing. (Ramli Mji)